Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
25 April 2026 09:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Namun, tekanan terhadap rupiah relatif lebih terbatas dibandingkan banyak mata uang regional lain.
Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (24/4/2026). Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan apresiasi 0,53% ke level Rp17.190/US$.
Penguatan ini membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$, setelah sehari sebelumnya sempat ditutup di level Rp17.280/US$, yang menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang masa.
Meski mampu rebound pada akhir pekan, secara mingguan rupiah masih tercatat melemah 0,06%.
Sepanjang pekan ini, hanya dolar Taiwan yang mampu menguat terhadap dolar AS, yakni sebesar 0,05%. Sementara itu, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan paling tipis di kawasan.
Di bawah rupiah, dong Vietnam melemah 0,14%, yuan China turun 0,28%, dan ringgit Malaysia melemah 0,30%. Tekanan yang lebih besar terlihat pada yen Jepang yang turun 0,48%, dolar Singapura 0,49%, dan won Korea Selatan 0,65%.
Adapun pelemahan terdalam terjadi pada baht Thailand yang ambles 1,32%, disusul rupee India 1,77%, dan peso Filipina yang menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pekan ini setelah anjlok 1,81%.
Pergerakan mata uang Asia pada pekan ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali diburu sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global.
Indeks dolar AS (DXY) pada perdagangan Jumat (24/4/2026) memang ditutup melemah 0,24% ke level 98,533. Namun demikian, secara mingguan DXY masih tercatat menguat 0,44%.
Artinya, meski pada akhir pekan greenback sempat terkoreksi, secara keseluruhan dolar AS tetap menunjukkan penguatan dalam sepekan. Hal ini menandakan permintaan terhadap aset safe haven masih cukup tinggi, seiring pasar yang terus mencermati perkembangan konflik AS-Israel dengan Iran.
Sepanjang pekan ini, dolar AS bergerak naik turun. Di satu sisi, greenback sempat didorong oleh optimisme bahwa kesepakatan damai bisa segera tercapai. Namun di sisi lain, kekhawatiran bahwa perang akan berlangsung lebih lama dan memicu gangguan pasokan energi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.
Karena hasil akhirnya masih belum jelas, banyak investor memilih menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar. Akibatnya, pergerakan pasar cenderung terbatas dan masih mencari arah baru.
Harapan pasar sempat muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan berada di Islamabad pada Jumat, lokasi yang sebelumnya pernah menjadi tempat pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Perkembangan ini membuka peluang bahwa negosiasi dapat kembali dilanjutkan setelah sempat runtuh pada awal pekan.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427463/original/032259100_1764389259-Tomas_Trucha_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457703/original/089294400_1767016757-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455820/original/092741900_1766735258-1000332649.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400289/original/016439100_1681829426-000_334Q8WU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
