Sepanjang Tahun 2025, Peserta Cek Kesehatan Gratis Capai 70 Juta Orang

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian besar sepanjang tahun 2025 dengan jumlah peserta hadir menembus 70 juta orang sejak diresmikan 10 Februari 2025. Kementerian Kesehatan menilai tingginya partisipasi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Berdasarkan Daily Report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta telah hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12% tingkat kehadiran nasional. Capaian tersebut didorong oleh tingginya partisipasi CKG Umum dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97%.

Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Sementara itu, CKG Sekolah juga menunjukkan antusiasme tinggi. Dari 25.734.664 pendaftar, sebanyak 24.335.107 peserta hadir atau setara 94,56%.

Program ini menjangkau siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa. Program yang menjadi salah satu quick win Presiden Prabowo Subianto ini telah berjalan di 38 provinsi, melibatkan 514 kabupaten/kota, serta didukung oleh 10.588 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Di sektor pendidikan, CKG Sekolah mencatat 16.758.454 siswa telah memperoleh pemeriksaan kesehatan lengkap. Ribuan puskesmas turut dikerahkan untuk melayani sekolah-sekolah, termasuk di wilayah terpencil.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan apresiasi atas partisipasi publik dan dedikasi para tenaga kesehatan.

"Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin," ujar Aji dalam keterangan resmi dikutip ari website Kementerian Kesehatan, Jumat (2/1/225).

Ia menambahkan, peran tenaga kesehatan sangat krusial dalam keberhasilan program ini.

"Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik di puskesmas, sekolah, maupun komunitas," katanya.

Keberhasilan program CKG, menurut Aji merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, lanjut ia, Kementerian Kesehatan berharap program CKG terus diperkuat sebagai fondasi layanan promotif dan preventif nasional guna menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

Read Entire Article
| | | |