Economic Outlook 2026
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
11 February 2026 14:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi kinerja keuangan jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara total 2025 mencatatkan keuntungan signifikan sebesar Rp 332 triliun.
Namun capaian dari emiten dan perusahaan BUMN besar ini masih menjadi tumpuan utama bagi Danantara, sehingga penentuan framework kinerja masa mendatang sangat diperlukan untuk diduplikasi ke seluruh jajaran BUMN. Hal ini mengingat adanya tantangan inefisiensi di level anak usaha yang sempat disorot oleh manajemen Danantara.
Kemarin Selasa (10/2/2026), Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, mengungkapkan adanya potensi kerugian atau opportunity loss sebesar Rp 50 triliun dalam pengelolaan BUMN.
"Angka kerugian tersebut terdiri dari Rp 20 triliun yang merupakan kerugian dari 52% populasi 1.043 anak usaha, dan efisiensi operasional sebesar Rp 30 triliun," papar Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Merujuk ucapan Dony berarti jumlah BUMN yang mencatat laba hanya 48% atau kurang dari setengahnya.
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Tumpuan Pada BUMN Besar
Di tengah upaya Danantara membenahi kebocoran di level anak usaha tersebut, kinerja keuangan BUMN berkapitalisasi besar (big cap) menjadi penopang utama. Realisasi kinerja jajaran BUMN ini menunjukkan performa solid hingga Kuartal III-2025.
Sebanyak 11 BUMN tercatat membukukan total laba bersih di kisaran Rp 192,9 triliun. Capaian dari emiten dan perusahaan pelat merah 'kelas kakap' ini menjadi bantalan penting bagi Danantara sambil melakukan restrukturisasi di sektor lain.
Berdasarkan data keuangan per Kuartal III-2025, sektor perbankan dan energi masih menjadi penopang utama profitabilitas BUMN. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan laba terbesar senilai Rp 40,78 triliun.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 2,27 miliar. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp 16.750/US$, laba perseroan setara dengan Rp 38,02 triliun. Di posisi ketiga, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp 37,73 triliun.
Konsolidasi 1.000 Entitas Menjadi 30 Klaster
Ketimpangan antara kinerja induk usaha yang positif dengan ratusan anak usaha yang merugi menjadi dasar strategi konsolidasi Danantara. Dony menegaskan bahwa Danantara akan merampingkan struktur dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi 30 klaster strategis.
Langkah ini diharapkan dapat menutup celah kerugian yang dihasilkan oleh 52% perusahaan yang tidak perform, sehingga target laba konsolidasi BUMN dapat tercapai.
"Jika konsolidasi ini berhasil dilakukan tanpa mengubah model bisnis secara drastis, proyeksi keuntungan tahun depan seharusnya dapat mencapai Rp 380 triliun," jelas Dony.
Dony menambahkan bahwa dengan total aset kelolaan yang mencapai Rp 14.000 triliun dan ekuitas Rp 3.000 triliun, Danantara memiliki kapasitas untuk bersaing di level global, setara dengan perusahaan Fortune 500, asalkan efisiensi di level anak usaha dapat diselesaikan.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)






