Situasi Masih Panas, Otoritas Iran Tutup Puluhan Bisnis Swasta

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Iran menutup puluhan bisnis swasta di berbagai kawasan ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain. Langkah ini dilakukan menyusul gelombang protes nasional yang semakin memanas di tengah kondisi ekonomi yang memburuk tajam, menurut laporan media internasional.

Penutupan ini terjadi setelah banyak pengusaha, termasuk pemilik restoran, kafe, galeri seni, dan toko kecil, ikut melakukan aksi mogok atau secara terbuka menyatakan dukungan terhadap demonstrasi melalui media sosial. Aksi tersebut dimulai pada akhir Desember 2025 sebagai respons atas krisis ekonomi dan depresiasi tajam nilai mata uang nasional, rial.

Pemberitahuan yang dipasang di akun media sosial sejumlah bisnis menyatakan bahwa konten atau aktivitas mereka "melanggar aturan negara dan tidak mematuhi peraturan kepolisian," tanpa penjelasan rinci dari aparat keamanan atau otoritas kehakiman mengenai alasan spesifik penutupan.

Salah satu tokoh bisnis yang terimbas, Mohammad Ali Saedinia, dalam surat pengakuan yang dirilis kantor berita Fars mengatakan keluarganya telah mengelola jaringan kafe dan merek makanan populer di seluruh negeri.

"Sayangnya, ... putra saya secara keliru mengumumkan penutupan toko-toko kami bersamaan dengan pasar Teheran," tulis Saedinia, sambil meminta maaf kepada publik, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (11/2/2026).

Protes di Iran sebagian besar dipicu oleh tekanan ekonomi, termasuk depresiasi nilai rial terhadap dolar AS yang mencapai sekitar 1,62 juta rial per US$1 atau mendekati rekor terendah, yang memukul daya beli masyarakat dan biaya operasional usaha.

Bisnis-bisnis kecil dan menengah yang tutup tersebut sebagian besar berlokasi di pusat perbelanjaan dan area komersial yang sebelumnya menunjukkan solidaritas terhadap demonstran. Protes, yang awalnya dipicu oleh penutupan toko oleh pemilik bazaar tradisional di Teheran, telah menyebar ke puluhan kota lainnya dan memicu amunisi kritik terhadap penanganan ekonomi pemerintah.

Sementara itu, pemerintah Iran telah mengerahkan kekuatan keamanan yang kuat di beberapa kawasan strategis untuk menjaga stabilitas dan menghalau kerusuhan, termasuk penangkapan sejumlah tokoh reformis yang dituduh terkait dengan "perlawanan" terhadap Kepemimpinan Iran.

Situasi konflik dan protes yang terus berlangsung ini tetap menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah Iran sejak protes besar sejak 2022, dengan tekanan internasional dan domestik yang terus meningkat.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |