Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic menjadi sorotan akhir-akhir ini, mulai dari iklan Super Bowl-nya yang menyindir OpenAI, hingga ketegangan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Sebagai informasi, Anthropic terhitung sebagai perusahaan baru yang belum sepopuler raksasa teknologi seperti Google dan OpenAI. Startup tersebut didirikan oleh 7 mantan karyawan OpenAI pada 2021 silam.
Baru-baru ini, Anthropic membuat geger lantaran meminta kepastian kepada pemerintah AS agar tidak menggunakan model AI buatannya untuk menciptakan senjata otomatis atau alat mata-mata ke masyarakat AS.
Kementerian Pertahanan (DOD) menegaskan bahwa pihaknya menggunakan model-model AI Anthropic untuk semua hal yang sesuai hukum tanpa ada batasan, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/2/2026).
Sebagai konteks, hingga Februari 2026, Anthropic merupakan satu-satunya perusahaan AI yang menerapkan model-modelnya pada jaringan rahasia DOD. Anthropic juga menyediakan model khusus untuk penegakkan keamanan nasional.
Perusahaan tersebut mendapatkan kontrak senilai US$200 juta atau setara Rp3,3 triliun dengan DOD pada 2025 lalu.
Adapun gertakan dari Anthropic agaknya membuat DOD geram. Pejabat senior DOD mengatakan CEO Anthropic, Dario Amodei dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, di Pentagon pada Selasa (24/2) pagi waktu setempat.
Axios pertama kali melaporkan pertemuan tersebut.
Konflik ini menjadi rintangan terbaru dalam hubungan Anthropic yang makin tegang dengan pemerintahan Trump. Dalam beberapa bulan terakhit, Trump secara terbuka mengkritik perusahaan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Pertemuan antara Amodei dan Hegseth dapat membantu kedua organisasi mencapai resolusi dan menetapkan jalan ke depan.
"Anthropic berkomitmen menggunakan AI unggulan dalam mendukung keamanan nasional AS," kata juru bicara perusahaan pada Senin (23/2) kemarin.
"Perusahaan sedang melakukan percakapan yang produktif, dan kami memiliki keyakinan untuk menyelesaikan isu yang kompleks ini dengan DOD," kata dia.
Anthropic paling dikenal dengan produk paket lengkap model AI yang dinamai Claude. Perusahaan menyelesaikan seri pendanaan baru senilai US$30 miliar pada awal bulan ini. Valuasinya dilaporkan mencapai US$380 miliar.
(fab/fab)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

