Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan mereka telah menyerukan diakhirinya perang di seluruh wilayah dan pembebasan aset yang dibekukan di luar negeri ke Amerika Serikat (AS). Hal ini menjadi tanggapan terbaru Teheran terhadap respons Trump ke jawaban Iran soal proposal perdamaian kedua negara, yang diberikan akhir pekan.
"Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran," kata juru bicara kementerian Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan, dikutip AFP, Senin (11/5/2026).
Ia mengatakan tuntutan Iran lain termasuk diakhirinya perang di wilayah tersebut dan diakhirinya blokade angkatan laut AS. Iran juga mendesak pembebasan aset milik rakyat Iran, yang selama bertahun-tahun telah terperangkap secara tidak adil di bank-bank asing karena sanksi AS.
Sementara itu sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut syarat Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah "sama sekali tidak dapat diterima". Pernyataan Minggu tersebut meningkatkan kemungkinan konflik baru dan menyebabkan harga minyak melonjak tajam pada perdagangan awal Asia pada hari Senin, di mana Brent naik 4,65% menjadi US$99,95 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak lebih dari 4% menjadi US$105,5 per barel.
Trump menjelaskan dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya bahwa ia akan menolak proposal balasan Teheran. Sayangnya, ia tidak memberikan rincian tentang isinya.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya -- SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" kata Trump.
Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, juga menegaskan bahwa konflik tidak akan berakhir sampai fasilitas nuklir Iran dihilangkan. Pasukan Israel juga melancarkan perang terhadap Iran bersama AS pada 28 Februari.
"Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir (uranium yang diperkaya) yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar," kata Netanyahu kepada program CBS.
"Tidak Pernah Tunduk Kepada Musuh"
Perlu diketahui Iran menanggapi proposal perdamaian terbaru Washington, Minggu, seraya memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu untuk membalas serangan AS. Apalagi, jika Paman Sam mempertahankan sikap menantang selama upaya diplomatik untuk membawa pihak-pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan.
"Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur," tulis Presiden Iran Masoud Pezeshkian di X pada hari Minggu.
Sebelumnya, menurut Wall Street Journal, mengutip orang-orang yang mengetahui proposal damai, Iran membalas AS dengan meminta tetap melakukan pengenceran sebagian uranium yang sangat diperkaya, dengan sisanya dipindahkan ke negara ketiga. Iran pun meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan jika negosiasi gagal atau Washington meninggalkan perjanjian tersebut.
Khusus Selat Hormuz, Iran akan memungut biaya bagi kapal yang melintas. Namun bagi para pejabat AS, hal ini tidak dapat diterima, apalagi jika Teheran mengendalikan jalur perairan internasional yang penting bagi seperlima minyak dunia.
Menurut stasiun penyiaran negara IRIB, tak hanya damai di Iran, negeri itu juga meminta perdamaian di Lebanon, di mana Israel terus melanjutkan pertempurannya dengan Hizbullah yang didukung Teheran. Sama dengan Wall Street Journal, Iran pun meminta AS memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber lain sempat berujar, AS meminta perpanjangan gencatan senjata di Teluk untuk memungkinkan pembicaraan tentang penyelesaian konflik dan program nuklir Iran yang dipersengketakan. Trump sendiri diperkirakan akan menekan Presiden China Xi Jinping, pembeli utama minyak Iran, mengenai masalah dengan Teheran ketika ia mengunjungi Beijing pada hari Kamis, menurut seorang pejabat senior AS.
Serangan ke Negara Arab
Sementara itu, serangan drone baru terjadi ke negara Teluk, Minggu. Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pertahanan udaranya mencegat serangan drone yang diluncurkan dari Iran.
Kuwait juga melaporkan "drone musuh" di wilayah udaranya. Kementerian pertahanan Qatar pun mengatakan sebuah kapal kargo yang tiba di perairannya dari Abu Dhabi terkena serangan drone.
(sef/sef)
Addsource on Google


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471129/original/050011600_1768278486-6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471328/original/098466900_1768283648-John_Herdman_-8.jpg)


