Tekan Harga Tiket Pesawat, AirNav Buka Jam Operasional Lebih Panjang

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - AirNav Indonesia mengambil sejumlah langkah untuk mendukung upaya pemerintah menekan harga tiket pesawat selama periode mudik Lebaran 2026. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperpanjang jam operasional layanan navigasi penerbangan di berbagai bandara.

Direktur Operasional AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan fleksibilitas bagi maskapai dalam mengatur jadwal penerbangan tambahan.

"Salah satu dukungan AirNav terhadap penurunan harga tiket, kita melakukan perpanjangan operating hours sesuai dengan yang diminta oleh maskapai supaya maskapai punya fleksibilitas apabila ingin mengatur jadwalnya atau menambah jadwal," ujar Setio dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Penambahan jam operasional ini tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh AirNav. Koordinasi harus dilakukan dengan operator bandara agar seluruh layanan berjalan selaras.

"Karena tidak mungkin AirNav buka sendiri. AirNav sudah buka tapi bandar udara tidak buka. Jadi memang harus sama-sama buka antara AirNav dan operator bandara," jelasnya.

Selain memperpanjang jam layanan navigasi penerbangan, AirNav juga memberikan insentif operasional bagi maskapai selama periode angkutan Lebaran.

"Selama masa Angleb apabila ada maskapai yang minta lebih panjang operating hours-nya baik setelah extend maupun advance, kami memberikan pembebasan biaya advance dan extend," kata Setio.

Langkah ini diharapkan mendorong maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan sehingga kapasitas kursi meningkat. Semakin banyak penerbangan yang tersedia maka harga tiket berpotensi menjadi lebih kompetitif.

Selain itu, AirNav juga memberikan fleksibilitas dalam pengaturan slot penerbangan yang menjadi salah satu komponen penting dalam manajemen trafik udara.

"Fleksibilitas slot juga kami berikan. Pengelolaan slot melalui aplikasi yang dikelola AirNav yaitu CHRONOS dan koordinasinya kami lakukan secara intensif dengan Angkasa Pura, operator bandara maupun Otoritas Bandara," jelasnya.

Koordinasi ini menjadi penting karena lonjakan trafik selama musim mudik dapat menyebabkan penumpukan jadwal penerbangan jika tidak dikelola dengan baik.

AirNav memastikan bahwa seluruh permintaan slot tambahan dari maskapai dipantau dan disesuaikan dengan kapasitas bandara. Langkah-langkah tersebut bertujuan agar kelancaran transportasi udara selama mudik.

"Intinya kami memberikan ruang fleksibilitas bagi maskapai supaya mereka bisa menambah penerbangan jika dibutuhkan," katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut dilakukan tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.

"Semua dilakukan dengan tetap menjaga standar keselamatan dan kapasitas operasional yang ada," ujar Setio.

(fys/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |