Jakarta, CNBC Indonesia — Pabrikan otomotif asal China yakni BYD resmi mengungguli posisi Tesla sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik dunia sepanjang tahun 2025. Hal tersebut seiring menurunnya angka penjualan tahunan perusahaan asal Amerika tersebut.
Mengutip www.channelnewsasia.com, Sabtu (3/1/2026), Tesla melaporkan penurunan penjualan tahunan setelah mencatatkan pengiriman 418.227 unit kendaraan tiga bulan terakhir tahun ini.
Sehingga secara total, perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut membukukan penjualan sekitar 1,64 juta kendaraan listrik sepanjang 2025. Angka ini turun lebih dari 8 persen dibandingkan penjualan di tahun 2024.
Sementara, sehari sebelumnya, BYD mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menjual sebanyak 2,26 juta kendaraan listrik sepanjang tahun 2025.
Penurunan penjualan Tesla terjadi di tengah berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di AS sebesar US$ 7.500 pada akhir September 2025. Para pengamat industri menilai pasar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali permintaan kendaraan listrik.
Namun jauh sebelum itu, Tesla sendiri telah mengalami kesulitan penjualan di pasar-pasar utama karena dukungan politik CEO Musk terhadap Presiden AS Donald Trump dan politisi sayap kanan lainnya.
Tesla juga bergulat dengan meningkatnya persaingan dari BYD dan perusahaan-perusahaan Tiongkok lainnya, serta dari raksasa-raksasa Eropa.
BYD yang berbasis di Shenzhen, yang juga memproduksi mobil hybrid, mengumumkan rekor penjualan kendaraan listrik dalam setahun terakhir pada hari Kamis waktu setempat.
Dikenal sebagai "Biyadi" dalam bahasa Mandarin atau dengan slogan bahasa Inggris "Build Your Dreams", BYD didirikan pada tahun 1995 dan awalnya berfokus pada industri baterai.
Raksasa otomotif ini telah mendominasi pasar kendaraan energi baru yang sangat kompetitif di Tiongkok, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kendaraan mulai dari kendaraan listrik sepenuhnya hingga hibrida plug-in. Tiongkok adalah pasar kendaraan energi baru terbesar di dunia.
BYD kini berupaya memperluas kehadirannya di luar negeri, karena pola konsumsi yang semakin waspada terhadap harga di Tiongkok membebani profitabilitas.
Meskipun BYD dan produsen EV Tiongkok lainnya menghadapi tarif yang tinggi di Amerika Serikat, kesuksesan perusahaan meningkat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.
Tesla hanya sedikit mengungguli BYD dalam penjualan EV tahunan pada tahun 2024, dengan angka penjualan Tesla sebesar 1,79 juta unit melampaui angka BYD sebesar 1,76 juta unit.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)






