Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjabarkan bahwa salah satu langkah pemerintah memitigasi penyediaan pasokan energi di tengah gejolak geopolitik dunia, adalah mengalihkan ekspor minyak milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ke dalam negeri.
Hal ini terungkap dalam paparan Ditjen Migas Kementerian ESDM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Sekretaris Ditjen Migas Muhammad Rizwi memamparkan, bahwa langkah memitigasi penyediaan pasokan energi diantaranya: Pertama, melakukan pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. "Surat pengaturan terkait dengan pengaturan ini sudah diterbitkan oleh Dijen Migas dan BPH Migas," terang Muhammad Rizwi, Rabu (8/4/2026).
Kedua, mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah Yang terkendala dengan masalah di selat hormuz Menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN.
"Ketiga, untuk minyak atau minyak mentah atau crude oil, kami telah menginstruksikan kepada seluruh KKKS agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor,"
"Artinya, crude produksi untuk yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," tegas Muhammad Rizwi.
Keempat, mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, sebagai contoh, untuk RDMP Balikpapan yang menghasilkan polipropilin. Dimana harga produknya ini sebenarnya lebih tinggi Produk ini kemudian dikurangi produksinya dan bahan baku naftanya kemudian digeser untuk memperkaya produk LPG Untuk memperkuat pasokan LPG secara nasional
Kelima, melakukan hunting LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri. "LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan Untuk kebutuhan LPG 3 kg yang di mana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," jelasnya.
Untuk mendukung itu, Kementerian ESDM mengupayakan sumber-sumber LPG lain dari negara-negara Asia dan ASEAN.
"Kami juga menginstruksikan kepada kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran kepada Pertamina Patra Niaga. Yang tadinya produksinya dijual kepada industri tapi kami memberikan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta Untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat," tandas dia.
Di waktu yang sama, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto juga menyatakan bahwa Seluruh produksi minyak bumi bagian dari KKKS sudah konfirmasi untuk bisa dijual ke kilang dalam negeri.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)
