Topan Bavi Ancam Jepang, Warga Bentengi Bangunan dengan Jaring

4 hours ago 1

Warga Pulau Ishigaki membentengi bangunan dengan jaring dan menimbun logistik saat Topan Bavi mendekat, memicu pembatalan penerbangan.

Seorang wanita memasuki sebuah toko yang ditutupi dengan jaring penahan angin dan jendela yang dilakban untuk mencegah kerusakan akibat Topan Bavi yang mendekat, di Ishigaki, Jepang, 9 Juli 2026.

Warga Pulau Ishigaki, Jepang, mulai bersiap menghadapi topan super Bavi yang diperkirakan menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (11/7). Sejak Kamis (9/7), warga terlihat mengamankan rumah dan tempat usaha dengan memasang pelindung angin serta menutup jendela menggunakan lakban untuk mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seorang pria berjalan keluar dari sebuah toko yang ditutupi jaring anti angin untuk mencegah kerusakan akibat Topan Bavi yang mendekat, di Ishigaki, Jepang, 9 Juli 2026.

Topan Bavi yang memiliki diameter sekitar 1.000 kilometer atau hampir selebar Prancis mulai membawa hujan ringan dan embusan angin ke wilayah Ishigaki. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan badai tersebut akan mendarat di pulau itu pada Sabtu pagi. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seorang pria memasang jaring anti angin di toko penyewaan sepedanya untuk mencegah kerusakan akibat Topan Bavi saat mendekat, di Ishigaki, Jepang, 9 Juli 2026. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Sejumlah warga mengaku khawatir menghadapi kekuatan topan. Pemilik toko sepeda, Hiroshi Nomura, mengatakan dirinya memasang jaring penahan angin di tokonya dan berencana menutup usaha sebelum topan tiba. Warga juga mulai menimbun kebutuhan pokok sehingga rak mi instan di salah satu supermarket tampak kosong. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seorang wanita berjalan keluar dari sebuah toko dengan jendela yang dilakban untuk mencegah kerusakan akibat Topan Bavi yang mendekat, di Ishigaki, Jepang, 9 Juli 2026.

Sejumlah warga juga mulai berburu kebutuhan pokok, seperti makanan, air minum, dan perlengkapan darurat, sebagai persiapan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi saat topan melanda. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Perahu-perahu nelayan diikat ke dermaga saat Topan Bavi mendekat, di Ishigaki, Jepang, 9 Juli 2026.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah pantai umum, taman pesisir, dan terminal feri di Ishigaki ditutup sejak Kamis karena alasan keselamatan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang badai pada Jumat (10/7/2026) hingga Sabtu (11/7). (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seorang wanita berjalan melewati toko yang tutup dan ditutupi jaring anti angin untuk mencegah kerusakan akibat Topan Bavi yang mendekat, di Ishigaki, Prefektur Okinawa, Jepang, 9 Juli 2026.

Dampak topan juga mengganggu operasional penerbangan. Japan Airlines membatalkan 48 penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional pada Jumat yang memengaruhi sekitar 7.610 penumpang. Sementara itu, All Nippon Airways membatalkan 34 penerbangan pada Jumat yang berdampak pada sekitar 1.800 penumpang, serta menjadwalkan pembatalan 33 penerbangan domestik lainnya pada Sabtu yang diperkirakan memengaruhi sekitar 5.900 penumpang. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |