Trump Bakal Bentuk Dewan Perdamaian di Gaza

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembentukan "Dewan Perdamaian" di Gaza, elemen kunci tahap kedua dari rencana yang didukung AS untuk mengakhiri perang di wilayah Palestina.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa DEWAN PERDAMAIAN telah dibentuk," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (16/1/2026).

Dia juga menambahkan bahwa anggota badan tersebut akan diumumkan "segera".

"Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah Dewan Terhebat dan Paling Bergengsi yang pernah dibentuk kapan pun, di mana pun," kata Trump.

Pembentukan dewan ini terjadi tak lama setelah pengumuman komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang, yang bertugas mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza pasca-perang.

Komite ini akan bekerja di bawah pengawasan dewan perdamaian, yang diharapkan akan diketuai oleh Trump.

Rencana tersebut juga menyerukan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk membantu mengamankan Gaza dan melatih unit-unit polisi Palestina yang telah diverifikasi.

"Bola sekarang berada di tangan para mediator, penjamin Amerika, dan komunitas internasional untuk memberdayakan komite," kata Bassem Naim, seorang pemimpin senior Hamas, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Rencana perdamaian Gaza yang didukung AS pertama kali diberlakukan pada 10 Oktober 2025, memfasilitasi kembalinya semua sandera yang ditahan oleh Hamas dan mengakhiri pertempuran di wilayah yang terkepung.

Fase kedua rencana tersebut kini sedang berlangsung, meskipun diselimuti oleh masalah yang belum terselesaikan. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan pasukan Israel telah membunuh 451 orang sejak gencatan senjata secara resmi diberlakukan.

Bagi Palestina, isu sentral tetaplah penarikan penuh militer Israel dari Jalur Gaza - sebuah langkah yang termasuk dalam kerangka rencana tersebut tetapi belum ada jadwal rinci yang diumumkan.

Sementara itu, Hamas menolak untuk secara terbuka berkomitmen pada perlucutan senjata penuh, sebuah tuntutan yang tidak dapat dinegosiasikan dari Israel.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |