Trump Resmi Jualan Minyak Venezuela, Duitnya Mengalir ke Sini

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menyelesaikan penjualan pertama minyak mentah Venezuela senilai US$500 juta atau sekitar Rp8,4 triliun. Penjualan ini menjadi bagian dari kesepakatan energi senilai US$2 miliar (Rp 33.4 triliun) antara Washington dan Caracas.

Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan penjualan perdana tersebut merupakan "langkah penting" dan pendapatan dari transaksi awal itu saat ini ditahan di rekening bank yang dikontrol oleh pemerintah AS, dengan salah satu rekening utama berada di Qatar sebagai lokasi netral untuk memfasilitasi aliran dana. Penjualan minyak tambahan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

"Tim Presiden Trump sedang memfasilitasi diskusi positif yang sedang berlangsung dengan perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela," ujar juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN International, Kamis (15/1/2026).

Namun, rencana ambisius tersebut belum sepenuhnya mulus di mata industri energi AS. Sejumlah eksekutif energi, termasuk CEO ExxonMobil Darren Woods, menyatakan kehati-hatian mereka dalam berbisnis di Venezuela yang infrastrukturnya rusak parah.

Woods menilai bahwa kondisi saat ini masih "tidak layak investasi" dan memerlukan kerangka hukum serta komersial yang jelas sebelum perusahaan menanamkan modal besar.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa industri minyak AS akan menginvestasikan setidaknya US$100 miliar (Rp1,686 triliun) untuk membangun kembali sektor energi Venezuela, meskipun belum jelas dari mana angka tersebut berasal.

Di tengah pertemuan dengan para eksekutif minyak di Gedung Putih pekan lalu, sebagian perusahaan justru enggan berkomitmen pada investasi besar di negara yang tengah dalam konflik politik dan ekonomi tersebut.

Penjualan ini dilakukan setelah serangkaian peristiwa geopolitik besar yang melibatkan perubahan rezim di Venezuela dan pengambilalihan kendali atas cadangan minyak negara Amerika Selatan itu.

Sebelumnya, AS melakukan operasi militer yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada awal Januari lalu dan penunjukan pemerintahan sementara yang pro-AS di Caracas. Sejak itu, AS mengambil alih kontrol atas ekspor minyak Venezuela dan berencana memasarkan output tersebut ke pasar global.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |