Update Kebakaran Maut Apartemen di Hong Kong: 9 WNI Tewas, 3 Luka-luka

14 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran dahsyat yang melanda kompleks apartemen di Hong Kong juga bedampak pada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal disana. Berdasarkan laporan kepolisian Hong Kong, hari ini, Minggu (30/11/2025), jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang.

"Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang," tulis laporan tersebut.

Seperti diketahui, si jago merah melahap setidaknya delapan gedung dan hampir 2.000 apartemen terbakar. Ini membuat 44 orang tewas, 270 hilang dan ribuan mengungsi.

Peristiwa kebakaran terburuk dalam 60 tahun terakhir di kota otonomi khusus China itu. Gambar-gambar menunjukkan beberapa bangunan terbaka, dan asap tebal mengepul ke udara.

Sementara itu, mengutip AFP, polisi mengatakan pada Kamis pagi telah menangkap tiga pria terkait kebakaran tersebut. Petugas juga menggeledah tempat-tempat di lingkungan terpisah pada Kamis pagi, menyita dokumen-dokumen dalam map yang berkaitan dengan tiga orang yang ditangkap.

Pemandangan drone menunjukkan api dan asap tebal mengepul dari perumahan Wang Fuk Court selama kebakaran besar, di Tai Po, Hong Kong, Cina, 27 November 2025. (REUTERS/Tyrone Siu)Foto: Pemandangan drone menunjukkan api dan asap tebal mengepul dari perumahan Wang Fuk Court selama kebakaran besar, di Tai Po, Hong Kong, Cina, 27 November 2025. (REUTERS/Tyrone Siu)
Pemandangan drone menunjukkan api dan asap tebal mengepul dari perumahan Wang Fuk Court selama kebakaran besar, di Tai Po, Hong Kong, Cina, 27 November 2025. (REUTERS/Tyrone Siu)

Secara detil, BBC Internasional menyebut tiga pria itu berusia antara 52 dan 68 tahun. Dua di antaranya adalah direktur sebuah perusahaan konstruksi, sementara yang lainnya adalah konsultan teknik.

Pihak berwenang menemukan jaring dan material pelindung di bagian luar gedung yang tampaknya tidak tahan api. Styrofoam juga terlihat menutupi jendela-jendela gedung.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan bahwa para penyidik sedang menyelidiki dugaan tindakan, atau kelalaian, para pejabat tinggi perusahaan tersebut. Namun, penyebab pasti awal mula kebakaran masih belum diketahui.

"Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut sangat lalai, yang menyebabkan kecelakaan ini dan menyebabkan api menyebar tak terkendali, yang mengakibatkan banyak korban jiwa," katanya.

(rob/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |