Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban tewas dalam insiden kebakaran maut Hong Kong terus bertambah. Terbaru, laporan South China Morning Post menyebut ada 7 WNI yang tewas.
Masing-masing adalah pembantu rumah tangga yang bekerja di Hong Kong. Laporan SCMP mengutip Jenderal Indonesia di Hong Kong.
Dikutip dari SCMP, Sabtu (29/11/2025), konsulat mengonfirmasi bahwa 7 pembantu rumah tangga Indonesia telah dipastikan meninggal dunia hingga Jumat (28/11) malam, sementara dua lainnya luka-luka. Salah satu dari mereka telah dipulangkan.
Konsulat menyatakan telah mengunjungi tempat penampungan sementara dan rumah sakit untuk mengidentifikasi WNI yang terdampak dan mendistribusikan bantuan kepada mereka. Konsulat juga membuka posko bantuan di Tai Po.
Konsulat menyatakan telah menghubungi keluarga korban dan memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke Indonesia.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl mengatakan CNBC Indonesia bahwa KJRI telah menyalurkan bantuan logistik ke beberapa shelter.
Sebagai informasi, kebakaran di gedung apartemen Hong Kong pada pekan ini disebut terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Kebakaran tersebut berlangsung hingga lebih dari 40 jam.
Kondisi makin parah karena alarm kebakaran di gedung-gedung yang terbakar tidak berfungsi, menurut keterangan pihak berwenang.
Data per Jumat (28/11) kemarin menyebut 128 orang tewas, 200 orang masih terdaftar sebagai orang hilang, dan 89 jenazah belum teridentifikasi. Keluarga-keluarga menyisir rumah sakit dan pos-pos identifikasi korban dengan harapan menemukan orang yang mereka cintai.
Api bergerak cepat melalui perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po pada Rabu sore. Api menyebar melalui tujuh dari delapan gedung tinggi dan mengubah kompleks yang padat itu menjadi kobaran api.
"Api sebagian besar padam pada Jumat pagi setelah berkobar selama lebih dari 40 jam," kata dinas pemadam kebakaran, mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan pencarian korban selamat di lebih dari 1.800 apartemen, dikutip AFP.
Pemerintah Hong Kong mengatakan pada Jumat (28/11) bahwa tampaknya api bermula dari jaring pelindung di lantai bawah salah satu menara dan papan busa serta perancah bambu turut menyebabkan penyebarannya.
Kepala pemadam kebakaran Andy Yeung mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menemukan bahwa sistem alarm di kedelapan blok "tidak berfungsi".
"Kami akan mengambil tindakan penegakan hukum terhadap kontraktor yang bertanggung jawab," kata Yeung dalam konferensi pers.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319082/original/060228700_1755504247-pspr.jpg)











:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339916/original/010495200_1757135510-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4939096/original/049996300_1725747991-000_36FT7CN.jpg)



