Update Resmi WHO soal Virus Mematikan Nipah Guncang India, Sebut Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi pernyataan resmi soal fakta terbaru virus mematikan Nipah. Beberapa bulan terakhir virus ini terkonfirmasi di India dan kini memakan korban di Bangladesh.

WHO mengatakan risiko penyebaran virus Nipah rendah. Perlu diketahui Nipah, yang menyebar dari hewan ke manusia, tidak memiliki vaksin, dan memiliki tingkat kematian 40 hingga 75%.

"Dalam beberapa minggu terakhir, tiga kasus Nipah, dua di India dan satu di Bangladesh, menjadi berita utama dan menimbulkan kekhawatiran tentang wabah yang lebih luas," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu, dikutip AFP, Kamis (12/2/2026).

"WHO menilai risiko penyebaran virus Nipah secara regional dan global dan menemukan risikonya rendah," tambahnya

"Kedua wabah tersebut tidak terkait, meskipun keduanya terjadi di sepanjang perbatasan India-Bangladesh, dan memiliki beberapa kondisi ekologis dan budaya yang sama, serta populasi spesies kelelawar buah yang dikenal sebagai reservoir alami virus Nipah," jelasnya.

Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 setelah menyebar di antara peternak babi di Malaysia. Di India, wabah Nipah pertama dilaporkan di Benggala Barat pada tahun 2001.

Pada tahun 2018, setidaknya 17 orang meninggal akibat Nipah di Kerala, dan pada tahun 2023, dua orang meninggal akibat virus tersebut di negara bagian India selatan yang sama. Gejalanya meliputi demam tinggi, muntah, dan infeksi saluran pernapasan, tetapi kasus yang parah dapat melibatkan kejang dan peradangan otak yang mengakibatkan koma.

Sebelumnya, dua kasus Nipah terbaru di India, dikonfirmasi bulan lalu, juga di negara bagian Benggala Barat. Sementara satu pasien meninggal di Bangladesh minggu lalu setelah tertular virus tersebut.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |