Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan global kembali bikin alarm pasar keuangan Asia menyala. Di tengah lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik Timur Tengah dan investor global ramai-ramai memburu Dolar AS, cadangan devisa sejumlah negara Asia mulai terkuras. Dari Malaysia hingga Indonesia, bank sentral ramai-ramai turun tangan, menjaga mata uangnya agar tidak jatuh terlalu dalam. Lalu seberapa kuat bantalan devisa Asia menghadapi guncangan global kali ini? Simak paparan Shania Alatas, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 29/05/2026) berikut ini.
Add
source on Google

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)











