Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
20 February 2026 05:50
Jakarta, CNBC Indonesia- Nilai impor Indonesia dari Arab Saudi sepanjang Januari-Desember 2025 tercatat US$ 3,1 miliar. Angka ini turun tajam 55,43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontraksi ini memangkas lebih dari separuh nilai transaksi tahunan antara kedua negara dari sisi pembelian Indonesia.
Penurunan tersebut mengubah komposisi impor. Beberapa kelompok barang tetap mencatat kenaikan, meski total agregat menyusut dalam.
Produk HS 33, yakni minyak atsiri, resinoida, serta preparat wewangian dan kosmetika, berada di posisi teratas berdasarkan pertumbuhan. Nilai impornya mencapai US$ 0,09934 juta pada 2025.
Kenaikan year on year 23.384,95% dalam format persentase yang tercatat di dashboard Kementerian Perdagangan. Permintaan bahan baku parfum dan kosmetik di dalam negeri masih terjaga, terutama untuk industri hilir.
Kelompok HS 21 atau aneka olahan makanan juga mencatat ekspansi. Nilainya sekitar US$ 0,13541 juta dengan kenaikan 4.080,70% secara tahunan. Produk makanan olahan dari Arab Saudi umumnya masuk ke pasar ritel dan segmen konsumsi tertentu.
Pola ini memperlihatkan bahwa konsumsi domestik tetap berjalan meski nilai impor total tertekan.
Di luar dua kelompok tersebut, alas kaki (HS 64) mencatat impor sekitar US$ 0.00248 juta. Plastik dan barang darinya (HS 39) berada di kisaran US$ 0.02825 juta. Sabun dan preparat pembersih (HS 34) mencapai US$ 0,01185 juta.
Aneka produk kimia (HS 38) sekitar US$ 1,83062 juta. Angka-angka ini memberi gambaran bahwa struktur impor dari Arab Saudi tidak hanya terpusat pada energi, melainkan juga produk konsumsi dan kimia.
Kontraksi 55,43% pada total impor membuka dua kemungkinan mekanisme. Pertama, penyesuaian volume pembelian komoditas utama yang bernilai besar pada tahun sebelumnya.
Kedua, pergeseran sumber pasokan Indonesia ke negara lain dengan harga lebih kompetitif. Ketika nilai dasar impor tahun lalu tinggi, koreksi di tahun berjalan akan terlihat drastis dalam persentase.
Dari sisi konsekuensi, defisit perdagangan berpotensi mengecil jika ekspor ke Arab Saudi tetap tumbuh sementara impor turun tajam. Pada 2025, ekspor Indonesia ke Arab Saudi naik dua digit.
Jika pola ini berlanjut dan impor tidak kembali melonjak, posisi neraca perdagangan Indonesia terhadap Arab Saudi bisa bergerak lebih seimbang.
Nilai total impor turun dalam, sementara beberapa komoditas tertentu tetap naik. Bagi pelaku usaha, situasi ini menuntut pembacaan lebih rinci per sektor.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182679/original/046922700_1744100626-Timnas_Indonesia_-_Beragam_ekspresi_Nova_Arianto_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)