Jakarta, CNBC Indonesia - Jatuh cinta memang tak seindah yang dibayangkan. Karena, salah satunya, bisa saja Anda jadi korban penipuan dengan modus love scam.
Setidaknya terdapat 3.494 kasus yang dilaporkan Indonesia Anti Scam Centre dikutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun lalu. Dari kasus tersebut disebutkan kerugiannya mencapai Rp 49,19 miliar.
Salah satu kasus markas sarang penipu love scam yang baru saja terbongkar berada di Sleman, Yogyakarta. Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, sindikat tersebut telah beroperasi secara internasional melalui jaringan internet dan aplikasi.
Modus tersebut merugikan secara material dan psikologis. Sebab love scam akan melibatkan emosi yang mendalam.
"Sehingga kalau kita melihat kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi. Kemudian para korban ini kemudian dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship dan mungkin kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela mentransfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis atau siapapun," jelasnya beberapa waktu lalu.
Tanda-tanda Love Scam
Penipuan asmara ini biasanya ditemukan dalam situs web atau aplikasi kencan. Para penipu dan korban tidak pernah bertemu langsung dan hanya berhubungan melalui platform tersebut.
Berikutnya para penipu akan menghubungi calon korbannya di luar platform, seperti email, menelepon, hingga mengirim pesan sejumlah aplikasi.
Website Federal Trade Commission (FTC) menuliskan mereka akan mengatakan soal cinta sejati dan menjalin hubungan dengan korbannya. Para penipu berupaya untuk membangun kepercayaan, dan langkah berikutnya untuk meminta uang.
Misalnya mereka akan mengarang cerita untuk sesuatu yang mendesak. Seperti tiket pesawat untuk mengunjungi korbannya.
FTC juga menuliskan beberapa tanda-tanda yang sering dilakukan para penipu love scam:
- Biasanya menghindari ketemuan langsung. Biasanya berasalan karena tinggal atau tengah berada di luar negeri
- Meminta uang saat telah mendapatkan kepercayaan. Ini dilakukan dengan berbagai alasan, misalnya untuk biaya medis, tiket pesawat, visa, atau investasi kripto.
- Perhatikan juga cerita yang tidak konsisten setiap kali bercakap-cakap.
- Eskalasi hubungan yang sangat cepat, misalnya menyatakan cinta atau mengajak pindah ke aplikasi chat yang lebih pribadi seperti WhatsApp.
Cara menghindar modus Love Scam
Untuk menghindar dari penipuan modus Love Scam tanpa sepenuhnya meninggalkan aktivitas sosial online, perhatikan beberapa hal berikut:
- Jangan pernah mengirimkan uang dalam bentuk apapun untuk orang yang belum pernah ditemui secara langsung
- Jika Anda mencurigai menjadi korban penipuan, langsung hentikan komunikasi dengan orang itu
- Jangan dirahasiakan. Beri tahu soal "kenalan" Anda dengan orang yang dipercayai seperti keluarga dan teman. Lihat reaksi mereka, apakah khawatir soal hubungan tersebut
- Cari tahu informasi lengkap melalui online. Anda bisa tambahkan 'penipu' untuk mencari apakah ada cerita serupa di platform media online atau website tertentu
- Lakukan pencarian berdasarkan gambar (reverse image search). Karena bisa saja foto itu juga bukan milik orang yang Anda kenal melalui internet
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5342106/original/027230600_1757384899-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-20.jpg)
