5 Tanda Fungsi Otak yang Mulai Menurun, Disepelekan Bisa Bahaya!

1 day ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan kesehatan kognitif bisa terjadi secara perlahan. Ini merupakan gangguan yang terjadi pada otak. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori.

Kondisi penurunan kognitif tidak boleh disepelekan karena bisa memburuk seiring berjalannya waktu.

Seseorang yang mengalami penurunan kognitif mengalami beberapa perubahan pada hidupnya. Berikut adalah tanda-tanda fungsi kognitif menurun dan cara mencegahnya mengutip Telegraph.

1. Tidak dapat multitasking

Salah satu tanda pertama penurunan kesehatan kognitif Anda adalah kesulitan beralih antar tugas, seperti memasak makanan sambil juga berbincang dengan seseorang.

Ketajaman otak yang dulu ada kini mulai berkurang. Tugas-tugas bercampur aduk, Anda tidak mampu fokus, dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Ini menandakan masalah dengan fleksibilitas kognitif Anda, yaitu kemampuan untuk beralih antara berbagai tugas dan tetap fokus. 

2. Melewatkan kata-kata dalam kalimat

Kita semua terkadang bisa mengacaukan kata-kata, terutama jika kita lelah atau teralihkan. Namun, jika Anda mendapati diri Anda mulai sering melewatkan kata-kata, itu bisa menjadi tanda penurunan kognitif.

Misal, alih-alih mengatakan "Saya cuma mau ke warung sebentar", Anda mungkin malah mengatakan "Saya cuma warung".

Ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan penghambatan respons Anda, yang merupakan fungsi kognitif yang terletak di lobus frontal. Ini adalah keterampilan yang kita butuhkan untuk fokus dan untuk memblokir informasi yang tidak relevan.

Ketika Anda melewatkan kata-kata seperti ini, itu berarti otak Anda gagal menghambat (atau memblokir) kata terakhir dalam kalimat sampai tiba waktunya untuk mengucapkannya. Ini adalah bentuk gangguan bahasa yang dapat menjadi tanda awal demensia.

3. Mencampuradukkan kata-kata yang berhubungan

Sering mencampuradukkan kata-kata yang berhubungan adalah tanda lain bahwa kognisi Anda tidak dalam kondisi prima.

Misalnya, jika Anda ingin mengucapkan kata "garpu", kata itu seharusnya berada di garis depan pikiran Anda, tetapi ketika ada masalah dengan penghambatan respons, kata-kata yang berhubungan seperti "sendok" dan "pisau" juga dapat muncul ke obrolan Anda.

Jika bagian fungsi kognitif ini terus memburuk, Anda mungkin mengucapkan kata-kata yang semakin jauh dari kata yang ingin Anda ucapkan, misalnya "piring" atau bahkan "kereta" bukan "garpu". Ini adalah tanda bahwa terjadi kesalahan fungsi di otak.

Frekuensi terjadinya hal ini dan jarak dari kata yang ingin Anda ucapkan dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan penurunan kognitif.

4. Lupa membawa dompet ke supermarket

Jika menyadari bahwa Anda perlu ke warung untuk membeli sesuatu, maka otak dengan cepat membuat rencana. Di mana warung terdekat? Bagaimana Anda akan sampai di sana? Apakah Anda punya cara untuk membayar?

Dengan kesehatan kognitif yang baik, hal ini hanya membutuhkan sedikit usaha. Namun, jika salah satu komponen ini bermasalah, misalnya, Anda lupa membawa dompet, menandakan kegagalan dalam memori kerja, yaitu kemampuan kita untuk menyimpan dan memanipulasi informasi.

Kesalahan mental seperti ini menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia dan atrofi lobus frontal kita.

Jika ini terjadi sesekali dan tidak meningkat frekuensinya, maka tidak perlu khawatir. Namun, jika hal ini terjadi semakin sering, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk menemui dokter umum karena bisa menjadi tanda awal demensia.

5. Berputar-putar di toko untuk menemukan apa yang dicari

Lupa apa yang Anda ingin beli di toko, dan kesulitan menemukan barang yang ingin Anda beli merupakan tanda-tanda penurunan kognitif.

Otak mengandalkan memori jangka pendek untuk mengingat apa yang Anda butuhkan dari toko dan memori spasial (kemampuan untuk memahami di mana Anda berada dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar) untuk dapat menemukan produk yang Anda butuhkan.

Jika bagian dari kesehatan kognitif ini memburuk, Anda mungkin jadi berjalan bolak-balik di lorong yang sama berkali-kali, karena Anda lupa lorong mana yang sudah pernah Anda lewati.

Sebuah studi terkenal membawa pasien ke pusat perbelanjaan dan memberi mereka daftar barang yang harus dibeli, seperti susu dan koran. Mereka yang menderita penurunan kognitif berjalan bolak-balik beberapa kali, mengambil barang-barang tersebut dengan cara yang tidak logis, mengikuti jalur yang tidak teratur.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |