Review Sepekan
Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
02 May 2026 10:15
Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak mentah terpantau masih melesat sepanjang pekan ini, meski di perdagangan terakhir pekan ini berbalik ambles, di tengah kekhawatiran bahwa perang Amerika Serikat (AS)-Iran dapat memburuk dan menyebabkan gangguan pasokan minyak Timur Tengah yang berkepanjangan yang dapat merugikan pertumbuhan ekonomi global.
Menurut data Refinitiv pada Jumat (1/5/2026), harga minyak jenis Brent berada di US$108,17 per barel, ambruk 5,12%. Sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) ambles 2,98% ke US$101,94 per barel.
Namun sepanjang pekan ini, minyak Brent masih melonjak 2,7% dan minyak WTI melejit 7,99% secara point-to-point.
Sehari sebelumnya, pasar bergerak lebih tinggi setelah Axios melaporkan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan untuk menerima pengarahan tentang rencana serangkaian serangan militer terhadap Iran dengan harapan akan kembali ke negosiasi tentang program nuklirnya.
Menurut Tamas Varga dari pialang minyak PVM, mengatakan penurunan itu tidak terkait dengan perkembangan tertentu dan mencerminkan volatilitas yang meningkat di pasar sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari lalu.
"Ini hanya merangkum sifat perdagangan yang tidak dapat diprediksi di dunia Trump," kata Varga, dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2026).
Sebelumnya, reli minyak dipicu laporan bahwa AS akan memperpanjang blokade terhadap pelabuhan Iran. Reuters melaporkan Presiden Trump telah meminta timnya menyiapkan opsi perpanjangan tekanan ekonomi terhadap Iran, termasuk membatasi aktivitas pelayaran menuju dan dari pelabuhan negara itu.
Langkah tersebut membuat pasar menilai gangguan suplai energi dari kawasan Teluk belum akan cepat selesai. Situasi makin sensitif karena Selat Hormuz masih terganggu. Jalur laut itu menjadi nadi distribusi sekitar 20% pasokan minyak dan LNG global.
Bagi pasar minyak, setiap hari gangguan di Hormuz berarti kapal tertahan, biaya logistik naik, dan distribusi ke Asia maupun Eropa tersendat. Karena itu, walaupun harga terkoreksi, pelemahan masih terlihat sebagai jeda setelah lonjakan tajam.
Dari sisi fundamental, data persediaan AS ikut memberi bantalan harga. Laporan industri yang dikutip Reuters menyebut stok minyak mentah AS turun 1,79 juta barel pada pekan lalu.
Persediaan bensin anjlok 8,47 juta barel, sedangkan distilat turun 2,60 juta barel. Penurunan stok biasanya dibaca sebagai sinyal permintaan masih solid atau pasokan mengetat.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/chd)
Addsource on Google


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439016/original/035157100_1765346343-jung_1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5400631/original/069827500_1762142755-Dewa_United_vs_Shan_United-33.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378705/original/021253400_1760284578-1000094878.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471129/original/050011600_1768278486-6.jpg)



