Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempercepat pelaksanaan program Profiling ASN (Pro-ASN) di seluruh Indonesia. Lembaga tersebut menargetkan sebanyak 600 ribu aparatur sipil negara (ASN) mengikuti proses profiling hingga akhir 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya BKN membangun basis data ASN nasional yang lebih lengkap untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penerapan manajemen talenta berbasis merit.
Wakil Kepala BKN Suharmen menegaskan target besar tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas pelaksanaan asesmen.
"Walaupun diberikan diskon besar-besaran, walaupun gratis, jangan sampai mengorbankan kualitas. Standarnya harus jelas, integritas ASN yang bertugas harus jelas, dan pihak yang bertanggung jawab harus menjalankan standar yang sama," kata Suharmen dalam Koordinasi Pelaksanaan Pro-ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, profiling ASN bukan sekadar mengejar jumlah peserta, melainkan menjadi fondasi penting dalam membangun database ASN nasional yang akurat dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Melalui program ini, BKN ingin memperoleh gambaran lebih jelas mengenai potensi, kompetensi, hingga area pengembangan yang dimiliki setiap ASN.
Data hasil profiling nantinya akan menjadi dasar dalam pelaksanaan manajemen talenta nasional, mulai dari pengembangan kompetensi, promosi jabatan, hingga perencanaan karier pegawai.
Suharmen mengatakan hasil asesmen diharapkan mampu menunjukkan kekuatan maupun kelemahan ASN sehingga kebijakan pengembangan SDM dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
"Jangan sampai wilayahnya kencang mengajukan manajemen talenta, namun tidak ada data ASN yang terprofil dengan baik," ujarnya.
Karena itu, BKN meminta seluruh kantor regional dan unit pelaksana teknis (UPT) memastikan kuota profiling yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mengejar target 600 ribu ASN, BKN meminta setiap kantor regional menyusun strategi yang konkret, termasuk mengidentifikasi kendala di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas unit.
Persiapan yang dibahas meliputi kesiapan sarana dan prasarana, dukungan anggaran, jadwal pelaksanaan, hingga fasilitas Computer Assisted Test (CAT) yang akan digunakan dalam proses profiling.
Selain itu, BKN juga meminta setiap wilayah menghitung kebutuhan dan kuota peserta profiling sesuai kondisi masing-masing, termasuk melakukan pemutakhiran data jabatan agar hasil asesmen dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut BKN, keberhasilan program ini akan menjadi fondasi penting dalam penerapan sistem merit dan pengelolaan talenta ASN secara nasional.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)






