Atasi Kebakaran Gambut, Wamen LH Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengumpulkan pihak swasta, khususnya perusahaan yang berada di sekitar titik api kebakaran lahan (karla) gambut di Kalimantan Barat, untuk bekerja sama dalam membangun sekat kanal di sekitar area konsesi perusahaan sebagai upaya pemadaman sekaligus pencegahan karla.

"Kita tidak bisa menyelesaikan (masalah karla) hanya dengan satu upaya, perlu upaya lain dan bantuan semua pihak, di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove. Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerjasama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," ajak Wamen Diaz dikutip Senin (24/8/2026).

Hal ini disampaikan Wamen Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Dalam peninjauan tersebut, Wamen Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi terkait upaya pemadaman dan pencegahan karhutla.

Salah satu upaya yang didorong adalah pembangunan sekat kanal untuk membantu dalam mengatur dan mengalirkan air secara terfokus ke lahan gambut, mengingat kebakaran pada lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.

"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," ujarnya.

Fenomena karhutla mulai terdeteksi sejak awal tahun di tengah kondisi cuaca yang kering. Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Sejalan dengan hal tersebut, Wamen Diaz mengingatkan bahwa permasalahan karla tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. "Saya sudah cek lahan gambut terbakar, memang ini kejadian luar biasa hingga Presiden pun turut meninjau. Ini kejadian yang berulang terus, saya rasa tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu cara atau satu instansi saja," jelas Wamen Diaz.

Selain meninjau lokasi, Wamen Diaz turut menyerahkan bantuan dari KLH/BPLH berupa 5 unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker, serta bantuan tambahan dari PT Antam Tbk. berupa 1 paket sumur bor dan 5 boks masker medis. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran lahan di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.

"Saya terima kasih sekali lagi bagi yang sudah membantu, kalau ada masalah bisa hubungi kami atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait, ujungnya ini semua untuk Kalimantan Barat, untuk Indonesia," tegas Wamen.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |