Penampakan Rumah Makan Hingga Dapur MBG Pakai CNG di Yogyakarta

3 hours ago 2

Beberapa rumah makan di wilayah Sleman, Yogyakarta sudah memakai Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar operasional.

Rumah Makan Padang Payakumbuah, Yogyakarta pakai CNG milik PGN. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Beberapa rumah makan di wilayah Sleman, Yogyakarta sudah memakai Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk bahan bakar operasional. Diantara yang memakai CNG adalah Restoran Payakumbuah dan juga Warung Nasi Goreng Mas Wit. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Rumah Makan Padang Payakumbuah, Yogyakarta pakai CNG milik PGN. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

PIC Restoran Payakumbuah Yogyakarta, Adi Saputro menjelaskan, bahwa sejak restoran ini berdiri pada November 2024, pihaknya memilih untuk memakai gas CNG sebagai operasional rumah makan Padang ini. Alasannya, memakai CNG akan lebih efisien ketimbang energi lainnya yakni LPG. Maklum, restoran ini menggunakan bahan bakar gas dengan kapasitas 2.000 m³ (meter kubik) per bulan. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Rumah Makan Padang Payakumbuah, Yogyakarta pakai CNG milik PGN. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Berkaitan dengan harga, kata Adi, untuk penggunaan CNG dikisaran Rp13.500 per meter kubik. Adapaun pemakaian CNG untuk Restoran Payakumbuah ini mencapai 1.900 sampai 2.000 m³. "Harga itu kan tergantung pemakaian jumlah pemakaian. Kalau jumlah pemakaian segini harganya segini. Kalau jumlah pemakaian ini harga segini. Ada ada sudah ada batasan-batasan, ada ada tabel yang sudah kita tetapkan. Jadi kita mudahlah," ungkap Adi. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Dapur MBG mulai memanfaatkan CNG

Sedangkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam hal ini dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi sebagai bahan bakar operasional. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia (PGN) gagas mencatat, setidaknya sudah ada 46 SPPG yang menggunakan CNG. (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Dapur MBG atau SPPG di Yogyakarta pakai CNG. (CNBC Indonesia/Pratama)

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan mengatakan, sejatinya pihaknya sudah melakukan sosialisasi terbuka secara online kepada seluruh SPPG-SPPG se Indonesia. "Kami sosialisasi bagaimana penggunaan CNG untuk SPPG. Sudah pernah kami lakukan secara online kepada seluruh SPPG yang ada di Indonesia," terang Santiaji ditemui di Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Pratama)

Read Entire Article
| | | |