Australia Cabut Visa Influencer Yahudi yang Sebar Islamofobia

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Australia membatalkan visa seorang influencer Yahudi bernama Sammy Yahood, yang sebelumnya sempat menyebarkan kebencian terhadap Islam. Pembatalan visa dilakukan menjelang keberangkatannya ke Australia, di mana ia dijadwalkan berbicara dalam sejumlah acara.

Kelompok sayap kanan Australian Jewish Association (AJA) menyebut visa Yahood dibatalkan hanya sekitar tiga jam sebelum pesawatnya lepas landas. Yahood sedianya akan menggelar rangkaian acara dan lokakarya bertema bela diri serta kampanye bertajuk peace through strength di beberapa kota di Australia.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengkonfirmasi pembatalan visa tersebut pada Senin malam. Ia menegaskan, penyebaran kebencian bukanlah alasan yang dapat diterima untuk masuk ke Australia.

"Jika seseorang ingin datang ke Australia, ia harus mengajukan visa yang tepat dan datang dengan alasan yang tepat," ujar Burke dikutip Guardian, Rabu (28/1/026).

Menanggapi keputusan tersebut, Yahood meluapkan protes melalui media sosial dan menuduh pemerintah Partai Buruh melakukan tindakan sewenang-wenang. Ia menyebut pembatalan visa ini sebagai bentuk tirani, sensor, dan kontrol berlebihan oleh negara.

Yahood diketahui beberapa kali mengunggah pernyataan kontroversial di media sosial X. Dalam sejumlah unggahan, ia menyebut Islam sebagai ideologi berbahaya dan bahkan secara terbuka menyerukan pelarangan Islam. Pernyataan-pernyataan inilah yang kemudian menuai kecaman luas.

Influencer tersebut dibesarkan di Inggris dan belakangan menetap di Israel. Ia dijadwalkan mengisi acara di sejumlah sinagog besar serta organisasi lain di Australia. AJA mengkritik langkah pemerintah dan menyebut Yahood sebagai sosok terbaru yang visanya dibatalkan, dengan keputusan yang diambil mendekati waktu keberangkatan.

Meski visanya diblokir, Yahood mengkonfirmasi melalui Instagram bahwa ia tetap melanjutkan perjalanan ke Uni Emirat Arab dan sedang berupaya mencari solusi. Ia juga menyebut tunangannya tetap akan melanjutkan perjalanan ke Australia sesuai rencana.

Pembatalan visa ini bukan kali pertama dilakukan oleh Burke. Sebelumnya, ia juga melarang masuk politikus sayap kanan Israel Simcha Rothman, serta sejumlah figur kontroversial lain, termasuk rapper Kanye West dan mantan menteri Israel Ayelet Shaked.

Langkah ini diambil hanya sepekan setelah pemerintah federal Australia mengesahkan aturan baru yang memperluas kewenangan menteri dalam negeri untuk menolak atau membatalkan visa. Berdasarkan regulasi tersebut, seseorang dapat dicegah masuk ke Australia jika dianggap terlibat dalam ujaran kebencian, hasutan, atau tindakan ekstremisme berdasarkan uji karakter.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |