Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).
Mengacu data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup di level Rp16.700/US$ atau menguat 0,36%. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah menjadi enam hari perdagangan beruntun.
Sejak pagi, rupiah sudah bergerak di zona hijau. Rupiah dibuka menguat 0,30% di posisi Rp16.710/US$, lalu sepanjang sesi bergerak cukup lebar di kisaran Rp16.675-Rp16.740/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB masih berada di zona pelemahan, turun 0,13% ke level 96,094. Tekanan pada dolar ini melanjutkan pelemahan tajam sesi sebelumnya, ketika DXY ditutup turun 0,85% ke 96,217 dan menjadi level terendahnya dalam sekitar empat tahun.
Penguatan rupiah hari ini terutama ditopang sentimen eksternal, yakni pelemahan dolar AS di pasar global.
Dolar makin tertekan setelah Presiden AS Donald Trump dinilai "tidak terlalu khawatir" dengan pelemahan greenback, yang kemudian dibaca pasar sebagai sinyal bahwa pemerintah AS relatif nyaman dengan dolar yang lebih lemah.
Situasi ini memicu aksi jual dolar lebih lanjut dan mendorong penguatan mata uang lain termasuk emerging markets.
Tekanan pada dolar juga dipengaruhi ketidakpastian kebijakan di Washington, termasuk isu perdagangan dan hubungan luar negeri, kekhawatiran terhadap independensi Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), hingga spekulasi potensi koordinasi intervensi valuta asing AS-Jepang untuk menopang yen.
Pelaku pasar kini menanti keputusan kebijakan moneter dari The Fed yang dijadwalkan keluar malam ini waktu AS atau dini hari waktu Indonesia. The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga, namun pasar akan mencermati arah pernyataan bank sentral terkait prospek pemangkasan suku bunga ke depan, di tengah meningkatnya sorotan terhadap dinamika politik yang membayangi kebijakan moneter AS.
(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236758/original/069830300_1748524187-Timnas_Indonesia_-_Ricky_Kambuaya__Egy_Maulana__Rizky_Ridho_copy.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366297/original/013965500_1759222382-Formasi_Timnas_Indonesia_vs_Arab_Saudi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
