Bali United Memulai Era dengan Apparel Baru, Sentuhan Budaya Bali

6 hours ago 3

Bola.com, Gianyar - Langit mulai gelap ketika lampu-lampu di Bali United Training Center menyala pada Jumat (24/7/2026). Di tengah suasana yang hangat, satu per satu model melangkah ke atas panggung memperkenalkan seragam baru Bali United. Tepuk tangan bergema. Bukan sekadar peluncuran jersey, malam itu menjadi penanda dimulainya babak baru Serdadu Tridatu bersama Adidas.

Setelah beberapa waktu lalu resmi menjadi apparel Persija Jakarta, kini produsen perlengkapan olahraga asal Jerman tersebut meresmikan kerja sama dengan Bali United hingga 2029. Momen itu terasa semakin spesial karena bukan hanya logo Adidas yang menghiasi jersey baru, tetapi juga cerita tentang identitas Bali yang tetap dipertahankan.

Peluncuran berlangsung meriah. Nuansa budaya Pulau Dewata begitu terasa melalui pertunjukan tari tradisional yang berpadu dengan penampilan musisi Alffy Rev. Modernitas dan tradisi seolah bertemu dalam satu panggung, menggambarkan filosofi yang juga diusung pada desain jersey musim ini.

Sorotan lain hadir ketika Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memasuki lokasi acara. Kehadiran pelatih asal Inggris tersebut menjadi simbol eratnya hubungan Bali United dengan Timnas Indonesia. Herdman datang bersama tiga pemain Bali United yang juga menjadi bagian dari skuad Garuda, yakni Kadek Agung Widnyana Putra, Tim Geypens, dan Jens Raven.

Di sela acara, Herdman terlihat berbincang santai dengan CEO Bali United Yabes Tanuri, Pelatih Johnny Jansen, hingga jajaran Adidas Indonesia. Momen kebersamaan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana Bali United kini menjadi salah satu klub yang memiliki peran penting dalam perkembangan sepak bola nasional.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jersey yang Bercerita

Di balik tampilan modernnya, jersey Bali United musim ini tetap membawa napas budaya lokal. Klub kembali mempercayakan proses kreatif kepada seniman Bali, Raka Jana.

Untuk jersey kandang, inspirasi datang dari sosok Barong Ket, simbol kebaikan, keberanian, sekaligus energi kehidupan dalam budaya Bali. Sementara jersey tandang mengambil figur Hanoman, tokoh yang identik dengan kesetiaan, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Sentuhan ornamen Canang Bali turut disematkan sebagai representasi doa dan keharmonisan.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Bali United tidak ingin kehilangan identitasnya meski kini bekerja sama dengan salah satu merek olahraga terbesar di dunia.

Presiden Direktur sekaligus Country General Manager Adidas Indonesia, Benjamin Handradjasa, bahkan mengungkapkan bahwa proses desain melibatkan tim kreatif Adidas Global.

"Tim Adidas Global Design yang membantu Bali United adalah tim yang sama yang juga mengerjakan desain untuk sejumlah klub internasional."

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Bali United mendapat perhatian khusus dalam kerja sama ini.

Mimpi yang Lebih Besar

Bagi CEO Bali United, Yabes Tanuri, kemitraan dengan Adidas bukan hanya soal mengganti apparel.

Ia melihat kerja sama ini sebagai bagian dari visi jangka panjang agar Bali United semakin dikenal di tingkat internasional.

"Visi kami adalah membangun klub sehingga bisa dikenal bukan hanya di domestik, tetapi juga secara internasional," ujar Yabes.

Langkah tersebut sejalan dengan transformasi yang terus dilakukan Bali United dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pembangunan fasilitas latihan berstandar internasional hingga memperkuat citra klub sebagai salah satu yang paling profesional di Indonesia.

Menangkan Hati Suporter

Di atas panggung yang sama, pelatih baru Bali United, Johnny Jansen, memilih berbicara realistis mengenai target musim ini.

Menurutnya, skuad Serdadu Tridatu kini lebih baik dibanding musim lalu. Namun, ia belum ingin berbicara soal perebutan gelar juara.

Target awalnya sederhana, tetapi penuh makna: membawa Bali United finis di lima atau enam besar sekaligus membangun kembali hubungan yang kuat dengan para pendukung.

"Yang paling penting adalah kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Saya rasa kami memiliki tim yang lebih baik dibandingkan musim lalu. Target kami adalah finis di posisi lima atau enam besar."

Read Entire Article
| | | |