Bandar Kripto Penipu Kabur, Aset Nasabah Rp 1,7 Triliun Nyangkut

1 hour ago 2
Daftar Isi

CNBC INDONESIA - Industri aset kripto Eropa mendadak diguncang krisis besar. Bursa kripto ternama asal Polandia, Zondacrypto, resmi kolaps dan menyisakan skandal dugaan penipuan raksasa. Penutupan operasional secara sepihak sejak April 2026 ini membuat dana ribuan nasabah tersangkut dan tak bisa ditarik (withdraw).

Kejaksaan Polandia kini bergerak cepat mengusut dugaan tindak pidana penipuan ini. Berdasarkan laporan Reuters, total kerugian yang dialami para investor ditaksir membengkak hingga melampaui 350 juta zloty atau setara dengan US$96 juta (sekitar Rp1,7 Triliun).

Drama Hilangnya Pendiri hingga CEO Kabur ke Luar Negeri

Investigasi terbaru The New York Times mengungkap benang kusut di jajaran pimpinan Zondacrypto. Sang pendiri, Sylwester Suszek, dilaporkan menghilang secara misterius sejak Maret 2022 usai menghadiri pertemuan di Czeladź, Polandia. Pihak keluarga sempat menerima pesan klaim penculikan dengan tebusan Bitcoin, meski kebenaran nasibnya hingga kini belum terkonfirmasi.

Tongkat kepemimpinan kemudian beralih ke Przemysław Kral yang mengawal pengubahan nama (rebranding) dari BitBay menjadi Zondacrypto. Namun saat krisis pecah, Kral justru melarikan diri. Media lokal Polandia berhasil melacak keberadaan Kral yang diduga bersembunyi di Israel, sementara laporan lain menyebut dirinya bertolak ke Dubai.

Situs Mati Total, Token ZND Ambles ke Titik Nadir

Aksi pull out Zondacrypto mulai terendus sejak 23 April lalu ketika situs resmi mereka mendadak offline setelah sempat diwarnai isu pembekuan saldo nasabah. Dampaknya fatal, token bawaan mereka, ZND, langsung kehilangan hampir seluruh nilainya dan transaksi perdagangan di platform tersebut mati total.

Atas eskalasi kasus ini, Lembaga Intelijen Keuangan Estonia (FIU) resmi mencabut izin operasional BB Trade Estonia (entitas pengelola Zondacrypto) pada 29 Juni 2026.

Klaim Cadangan Aset Dinilai Fiktif

Sebelum melarikan diri, Kral sempat membantah isu kebangkrutan (insolvency). Ia mengklaim perusahaan masih menguasai lebih dari 4.500 BTC di cold storage, tetapi kuncinya dipegang oleh Suszek yang hilang.

Namun, klaim tersebut dinilai cuma dalih semata karena Zondacrypto tidak pernah mempublikasikan Proof of Reserves (PoR) yang diaudit independen. Riset on-chain dari firma Recoveris justru menemukan saldo Bitcoin di hot-wallet Zondacrypto yang terdeteksi melorot drastis hingga 99,7%, dari 55,7 BTC pada Agustus 2024 menjadi tersisa 0,18 BTC saja pada Maret 2026.

Krisis Zondacrypto kini menjadi sorotan utama di parlemen Polandia dan diprediksi bakal mempercepat pengetatan regulasi pasar kripto eropa (Markets in Crypto-Assets/MiCA), khususnya terkait audit transparansi cadangan aset dan pengawasan bursa lintas negara.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |