Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 surplus US$ 90 juta. Surplus ini menyusut dibanding catatan pada Maret 2026 yang senilai US$ 3,32 miliar.
Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$ 25,30 miliar, sedangkan impor US$ 25,21 miliar. Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.
"Pada April 2026 nilai impor mencapai 25,21 miliar US dolar atau meningkat 22,49%," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Secara kumulatif pada Januari-April 2026 neraca perdagangan RI mencapai surplus US$ 5,64 miliar atau turun dibanding catatan pada periode yang sama tahun lalu US$ 11,07 miliar.
(arj/arj)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)