BRI Panen Dana Murah! CASA Tumbuh 13%, DPK Capai Rp1.555 T

13 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Kinerja pendanaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi sorotan utama pada kuartal I-2026. Di tengah dinamika likuiditas yang ketat, BRI mampu mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid sekaligus meningkatkan kualitas struktur pendanaan.

Direktur Utama Hery Gunardi menyampaikan, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi transformasi yang dijalankan secara disiplin dan fokus pada dana murah.

"Di tengah dinamika yang menantang, BRI mampu menjaga pertumbuhan sehat melalui transformasi yang serius dan penuh kehati-hatian," ujarnya dalam paparan kinerja kuartal I-2026, Kamis (30/1/2026).

Hingga akhir Maret 2026, total DPK BRI mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja dana murah (CASA) yang semakin dominan.

CASA BRI tercatat sebesar Rp1.058,6 triliun, tumbuh 13,2% yoy. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam memperkuat basis dana murah, yang menjadi kunci efisiensi biaya dana di tengah kompetisi likuiditas industri perbankan.

Seiring dengan itu, biaya dana (cost of fund/CoF) BRI menunjukkan perbaikan signifikan, turun dari 3% menjadi 2,3% pada kuartal I-2026. Penurunan ini menegaskan efektivitas strategi CASA dalam menjaga struktur pendanaan tetap efisien.

Penguatan di sisi funding ini juga memberikan ruang bagi peningkatan profitabilitas. Net interest income (NII) BRI tercatat tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp40,15 triliun.

Selain itu, efisiensi dan kualitas pendanaan turut berdampak pada rasio profitabilitas. Return on assets (ROA) meningkat dari 2,7% menjadi 2,8%, sementara return on equity (ROE) naik dari 17,1% menjadi 18,4%.

Dari sisi penyaluran, kredit BRI tumbuh solid 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun. Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Direktur Finance & Strategy Achmad Royadi mengatakan BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk mendorong pertumbuhan kredit. Pasalnya rasio simpanan terhadap kredit (LDR) berada di posisi 87,22%. 

"Masih ideal tidak terlalu ketat dan cukup mendorong pertumbuhan kredit," katanya. 

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |