Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) mengatakan tidak terburu-buru "naik kelas" ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menyebut pihaknya saat ini lebih fokus dalam menjaga profitabilitas, yakni melalui return on equity (ROE) di sekitar 12%-14% tahun ini.
Menurutnya, langkah menambah modal harus dilakukan secara hati-hati karena berpotensi menekan ROE. Padahal, ROE menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan investor.
"Nanti capital banyak juga return-nya malah turun, investor malah nggak suka. Kan modal ini kan hati-hati melihatnya ya, kalau kita nggak terlalu ingin ekspansi internasional, kayak BTN ngapain, kita liquidity market-nya di Indonesia gede juga," ujar Nixon saat paparan kinerja 2025 BTN di Menara BTN, Senin (9/2/2026).
Seperti diketahui, BTN merupakan bank pelat merah yang fokus utamanya adalah bisnis pembiayaan perumahan, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan non-subsidi, yang memiliki risiko relatif rendah. Hal ini tercermin dari aset tertimbang menurut risiko (ATMR) BTN yang jauh lebih kecil dibanding bank yang fokus ke pembiayaan korporasi.
Nixon menerangkan bahwa untuk KPR subsidi, ATMR BTN hanya sekitar 20%. Artinya, dari setiap penyaluran kredit Rp100, BTN hanya perlu menyiapkan modal Rp20. Sementara untuk KPR non-subsidi, ATMR berada di kisaran 30%. Secara keseluruhan, rata-rata ATMR BTN berada di level 20-an persen.
Sebagai perbandingan, bank yang banyak menyalurkan kredit korporasi memiliki ATMR hingga 100%. Dengan demikian, setiap kredit Rp100 harus ditopang modal dalam jumlah yang sama.
"Kalau kita memang main di bank yang ATMR-nya rendah, do we need gede-gede modal? Nggak. Karena dari sisi finance, bukan gede-gedean modal. Dari sisi finance, ya modal natural harus gede supaya KPR-nya nyampe. Tapi more important than that, how productive the equity untuk menghasilkan return maupun dividen dari pemegang saham termasuk negara-negara. Jadi, apakah kita yang akan jadi KBMI IV?" tutur Nixon.
Ia menekankan bahwa yang lebih penting dari sekadar memperbesar modal adalah memastikan ekuitas yang ada mampu bekerja secara produktif untuk menghasilkan laba dan dividen bagi pemegang saham, termasuk negara sebagai pemilik saham mayoritas.
Lebih lanjut, Nixon mengklaim pihaknya juga memiliki efisiensi permodalan tertinggi di industri perbankan nasional. Rasio aset dan kredit terhadap modal BTN disebut mencapai sekitar 20 kali lipat, tertinggi di antara industri perbankan nasional.
Meski demikian, BTN tidak sepenuhnya menutup peluang untuk naik kelas ke KBMI IV. Nixon mengakui, keinginan tersebut tetap ada, namun akan ditempuh secara natural seiring pertumbuhan bisnis dan kebutuhan permodalan yang meningkat.
"Jadi, apakah kita yang akan jadi KBMI IV? Kalau ditanya, pengen, ya pengen. Tapi nggak diniat-niatin amat lah. Nanti natural aja tumbuhnya kesana. Ngapain saya minta hari ini modal kita naik, kalau ATMR-nya juga masih rendah," tuturnya.
Mengingatkan saja, setahun yang lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik agar dalam beberapa tahun lagi, jumlah big banks RI dapat bertambah menjadi 10 bank. Adapun jumlah modal inti KBMI IV adalah di atas Rp70 triliun, dan saat ini hanya ada empat bank berukuran besar itu, yang menguasai sekitar 60% dari total aset industri perbankan RI.
"Ini sifatnya kalau bahasa saya itu voluntary tapi directed," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025, Selasa (11/2/2025) lalu.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) yang baru menyandang status sebagai persero, alias badan usaha milik negara (BUMN) dan setara dengan para himpunan bank milik negara (Himbara) termasuk BTN, berambisi untuk naik kelas ke KBMI IV. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan perencanaan ini bersifat jangka menengah alias mid term.
Anggoro mengatakan pihaknya akan memulai persiapan untuk menjadi KBMI IV setidaknya tahun ini dan tahun depan.
"Kalau new kids on the block pengen ya nggak apa-apa, kita nggak mungkin menghalangi. Kalau BTN sih ditanya hari ini, kita jaga ROE dulu ya," kata Nixon mengenai hal ini.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)






