Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi kolesterol atau tekanan darah tinggi seringkali dianggap sebagai pemicu stroke oleh kebanyakan orang. Padahal, gangguan irama jantung (aritmia) tertentu juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Gangguan ini disebut fibrilasi atrium, yaitu kondisi ketika ruang atas jantung (atrium) berdetak cepat atau tidak teratur.
Pada kondisi normal, irama jantung dikendalikan oleh satu pusat listrik alami bernama nodus sinoatrial (SA). Pada fibrilasi atrium, impuls listrik muncul dari berbagai titik di atrium sehingga denyut jantung menjadi tidak terkoordinasi.
Akibatnya, aliran darah tidak optimal dan sebagian dapat tertahan di kantong kecil atrium kiri yang disebut Left Atrial Appendage (LAA). Kondisi ini bisa memicu stroke iskemik kardioembolik, yaitu stroke yang terjadi saat gumpalan darah terbentuk dan menyumbat pembuluh darah di otak.
Lantas, siapakah yang berisiko mengalami fibrilasi atrium?
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Surabaya, Rerdin Julario menjelaskan, fibrilasi atrium lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut, terutama di atas 65 tahun. Risikonya juga meningkat pada individu dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, obesitas, serta kebiasaan konsumsi alkohol atau kafein berlebihan.
"Karena itu, penderita fibrilasi atrium memiliki risiko stroke sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan irama jantung normal," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/2/2026).
Dia bilang, risiko komplikasi fibrilasi atrium dapat ditekan bila kondisi ini dikenali lebih awal. Dengan begitu, pemeriksaan jantung dianjurkan ketika muncul keluhan seperti detak tidak teratur, mudah lelah, sesak napas, atau rasa melayang.
"Penanganan umumnya menggunakan obat antikoagulan, seperti warfarin, untuk mencegah pembentukan bekuan darah. Pada pasien dengan risiko perdarahan tinggi atau yang tidak memungkinkan terapi obat jangka panjang, tindakan Left Atrial Appendage (LAA) Closure dapat menjadi alternatif pencegahan stroke," jelas Rerdin.
Selain itu, pengendalian faktor risiko juga berperan penting, seperti olahraga teratur, mempertahankan berat badan ideal, membatasi konsumsi alkohol dan kafein, serta mengelola stres. Pemantauan tekanan darah dan pemeriksaan jantung dengan elektrokardiogram (EKG) secara berkala membantu menurunkan risiko komplikasi.
Melihat pentingnya penanganan fibrilasi atrium dan pencegahan komplikasi secara menyeluruh, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) menghadirkan Heart & Vascular Center sebagai layanan jantung terpadu, dengan pendekatan kolaboratif dan komprehensif mulai dari pencegahan, diagnosis, terapi lanjutan, hingga rehabilitasi.
Layanan ini dibangun atas tiga pilar utama, yakni Advanced Treatment untuk menangani gangguan vaskular, aritmia, dan kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup jantung, melalui tindakan advanced seperti CAG, Complex PCI, hingga Left Ventricular Assist Device (LVAD); Emergency Excellence menyediakan penanganan kegawatdaruratan jantung sesuai standar protokol internasional melalui Cardiac Emergency 24/7, didukung dokter spesialis dan subspesialis 24 jam siaga on-site yang dapat diakses via call center 150990 atau tombol Emergency Call di MyCare, serta Chest Pain Unit untuk deteksi dini nyeri dada; Team-Based Management memastikan setiap keputusan klinis dibuat secara kolaboratif melalui Cardiac Board, yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks dan kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multi disiplin tersebut membantu menentukan tindakan yang paling sesuai, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI) termasuk Complex PCI, penanganan kelainan katup dan vaskular jantung, gangguan irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Tak ketinggalan, layanan ini juga dilengkapi Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga sejak diagnosis, perencanaan terapi, tindakan, hingga pemulihan, sehingga setiap keputusan medis dapat dipahami dengan jelas dan proses perawatan berjalan optimal. Layanan ini mulai beroperasi pada Februari 2026 di Lantai 8 MHSB.
Informasi seputar kesehatan jantung dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182679/original/046922700_1744100626-Timnas_Indonesia_-_Beragam_ekspresi_Nova_Arianto_copy.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

