Bukan Sulap Bukan Sihir, Begini Cara Amran Bikin RI Swasembada Beras

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan cara jitu sehingga Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Amran menjelaskan ada dua cara yang membuat Indonesia akhirnya mencapai swasembada beras.

"Langkah kami dalam mencapai swasembada beras ada 2, pertama deregulasi dan transformasi pertanian modern, dari tradisional ke modern," kata Amran dalam diskusi panel Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Terkait deregulasi aturan, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah, mulai dari deregulasi melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres), deregulasi peraturan di Kementerian Pertanian, dan deregulasi aturan lainnya.

"Pertama deregulasi melalui Perpres, dalam setahun, sudah terbit 13 Perpres. Kemudian deregulasi 547 aturan di Kementerian Pertanian, kita sudah cabut, agar bisa lebih fleksibel, lebih cepat kita bergerak, kemudian deregulasi di Permenkeu, Permentan, dan Inpres," lanjut Amran.

Dengan langkah ini membuat beberapa hal menjadi positif, mulai dari penyaluran pupuk yang lebih pendek yakni hanya tiga alur, sehingga penyaluran pupuk dimulai dari Kementan, kemudian ke PT Pupuk Indonesia (Persero), dan berakhir ke petani.

"Salah satu contoh pupuk. Dulu pupuk 12 menteri harus tanda tangan, 38 gubernur, kemudian 514 bupati dan walikota, dan 145 regulasi yang mengatur, sehingga biasanya sudah mau tanam, musim tanam, tapi pupuknya belum tiba. Alhamdulillah dengan cepat, hanya 2 hari Inpresnya terbit. Sekarang dari Kementan langsung ke Pupuk Indonesia, langsung ke Petani," jelas Amran.

Tak hanya pemangkasan penyaluran pupuk, harga pupuk pun turun drastis hingga 20% dan volumenya meningkat menjadi 700.000 ton.

"Kemudian kita lakukan revitalisasi industri pupuk. Hasilnya setelah kita deregulasi Permenkeu, Permentan, dan Inpres, itu bisa menurunkan biaya pupuk 20%, meningkatkan volume 700.000 ton," ujarnya.

Selain melakukan deregulasi, Amran juga menerapkan langkah transformasi pertanian, dari tradisional menjadi menggunakan teknologi modern.

"Supaya Indonesia bisa melompat secara eksponensial, transformasi dari pertanian tradisional menuju modern pun kami lakukan, yang dulunya menggunakan mekanik sapi, sekarang memakai traktor," ungkapnya.

Dengan transformasi teknologi pertanian, lahan sawah yang sebelumnya diisi banyak petani untuk satu hektarenya, maka kini hanya butuh satu orang saja. Selain itu, dalam penanaman padi, waktunya pun sudah jauh terpangkas.

"Dulu, sawah 1 hektare membutuhkan 25 orang. Sekarang hanya membutuhkan 1 orang. Bahkan 25 hektare bisa kita kerjakan dalam waktu 1 hari dengan menggunakan drone. Juga ada kombinasi alat-alat panen dan sebagainya. Dulu 25 orang 1 hektare, sekarang hanya 1 orang dalam 4 jam per hari," terangnya.

Oleh karena itu, swasembada beras bisa tercapai hanya dalam satu tahun, dari sebelumnya yang ditargetkan 4 tahun.

"Swasembada pangan awalnya target harus dicapai 4 tahun. 21 hari kemudian, berubah menjadi 3 tahun. 45 hari kemudian, jadi 1 tahun, dan itu berhasil," ucapnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |