Cara Skrining Riwayat Kesehatan di BPJS Per Januari 2026

3 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu upaya penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Deteksi dini terbukti membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan risiko komplikasi. Karena itu, pemerintah melalui BPJS Kesehatan menyediakan skrining kesehatan gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Per Januari 2026, peserta JKN berusia 15 tahun ke atas diwajibkan melakukan skrining riwayat kesehatan sebelum mendapatkan layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Skrining ini cukup dilakukan setahun sekali melalui aplikasi Mobile JKN atau situs resmi BPJS Kesehatan.

Ketentuan Wajib Skrining Riwayat Kesehatan

Skrining riwayat kesehatan dilakukan dengan menjawab sejumlah pertanyaan terkait:

  • kondisi kesehatan pribadi,

  • riwayat penyakit pada keluarga,

  • kebiasaan pola makan,

  • aktivitas fisik,

  • serta faktor risiko lainnya.

Bagi peserta yang belum mengisi, sistem di FKTP akan menampilkan notifikasi. Ketentuan ini sudah diberlakukan bertahap sejak 2025 dan terus diperkuat pada 2026.

Dasar Regulasi

Fasilitas skrining ini merujuk pada:

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023
tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Regulasi tersebut menetapkan jenis skrining yang dapat diakses secara gratis oleh peserta JKN di FKTP maupun fasilitas kesehatan lanjutan sesuai indikasi medis.

10 Skrining Kesehatan Gratis Pakai BPJS (Per Januari 2026)

Berikut daftar skrining yang ditanggung BPJS Kesehatan:

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Untuk mendeteksi risiko:

  • Stroke
  • Penyakit jantung iskemik
  • Hipertensi

2. Pemeriksaan Payudara Klinis

Untuk deteksi dini:

  • Kanker payudara

3. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb)

Untuk skrining:

  • Anemia pada remaja putri

4. Pemeriksaan Fisik Paru

Untuk mendeteksi penyakit seperti:

  • Tuberkulosis (TBC)
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
  • Kanker paru

5. Rapid Antigen Hepatitis B & C

Untuk deteksi dini infeksi:

  • Hepatitis B
  • Hepatitis C

6. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)

Untuk deteksi:

  • Kanker leher rahim (serviks)

7. Pemeriksaan Pap Smear

Untuk deteksi lanjutan:

  • Kanker leher rahim

8. Pemeriksaan Gula Darah

Untuk mendeteksi risiko:

  • Diabetes Mellitus

9. Darah Lengkap & Apus Darah Tepi

Untuk skrining:

  • Thalassemia

10. Rectal Touche & Darah Samar Feses

Untuk deteksi dini:

  • Kanker usus

Mengapa Peserta Wajib Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan?

Tujuan utama kebijakan ini ialah:

  • Mengetahui risiko penyakit di masa depan

  • Meminimalkan risiko penyakit kronis

  • Meningkatkan kualitas hidup peserta JKN

  • Mengurangi biaya pengobatan yang lebih besar di kemudian hari

Beberapa penyakit yang dapat terdeteksi sejak dini antara lain:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Kanker
  • Thalassemia
  • Hepatitis
  • Tuberkulosis

Dengan mengetahui hasil skrining, peserta dapat mengambil langkah pencegahan seperti modifikasi gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau terapi awal.

Cara Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Kesehatan

Peserta dapat mengisi skrining melalui:

A. Aplikasi Mobile JKN

Langkah-langkah:

  1. Unduh aplikasi Mobile JKN

  2. Login atau registrasi akun

  3. Pilih menu "Lainnya"

  4. Pilih "Skrining Riwayat Kesehatan"

  5. Pilih peserta/familia yang akan diskrining

  6. Klik "Setuju" pada halaman konfirmasi

  7. Isi data diri (NIK, berat badan, tinggi badan, dll.)

  8. Jawab seluruh pertanyaan seputar:

    • hipertensi

    • stroke

    • penyakit jantung iskemik

    • diabetes mellitus

    • thalassemia

    • tuberkulosis

    • hepatitis B & C

  9. Sistem akan menampilkan hasil secara otomatis

B. Situs Resmi BPJS Kesehatan

Alternatif lain melalui website skrining resmi yang tersedia sejak 2025.

Kesimpulan

Program skrining kesehatan JKN merupakan upaya pemerintah untuk:

  • meningkatkan deteksi dini penyakit,

  • mengurangi beban penyakit kronis,

  • memperkuat preventif dan promotif kesehatan nasional.

Dengan 10 daftar skrining yang dapat diakses gratis, peserta JKN diharapkan lebih aktif memantau kondisi kesehatannya sejak dini.

(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |