China Murka Lihat Langkah Trump 'Gebuk' Iran, Beri Warning Ini

15 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan global mencapai titik didih baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan menjatuhkan tarif impor sebesar 25% kepada negara mana pun yang masih berdagang dengan Iran. Langkah ekstrem ini diambil sebagai hukuman atas tindakan brutal rezim Teheran dalam menumpas aksi demo Iran yang kini telah menelan ribuan korban jiwa.

Ancaman ini langsung memicu reaksi keras dari Beijing. China murka dan memperingatkan bahwa mereka siap melakukan pembalasan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menegaskan bahwa Beijing akan mengambil "semua langkah yang diperlukan" untuk menjaga hak-hak sah mereka. Melalui platform X, Liu memperingatkan Trump bahwa perang dagang hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.

"Perang tarif dan perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang. Paksaan dan tekanan tidak bisa menyelesaikan masalah. Proteksionisme merugikan kepentingan semua pihak," tegas Liu dalam akun X dikutip Guardian, Selasa (12/1/2026).

Sejauh ini, China merupakan mitra dagang terbesar Iran yang membeli sekitar 77% ekspor minyak negara tersebut pada tahun 2024. Selain China, negara-negara seperti India, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Korea Selatan juga terancam terjebak dalam pusaran konflik dagang ini.

Sebelumnya, dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan kebijakan tarif 25% ini berlaku "segera" bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang menyasar perusahaan tertentu, kali ini Trump menargetkan sanksi secara nasional terhadap suatu negara secara utuh.

Langkah drastis Trump ini dipicu oleh eskalasi protes di Iran yang awalnya bermula dari masalah ekonomi, namun kini berubah menjadi gerakan rakyat untuk menggulingkan rezim penguasa. Pemerintah Iran merespons dengan pemutusan internet total dan tindakan keras militer.

Berdasarkan laporan Human Rights Activists in Iran yang dikutip Associated Press, jumlah korban tewas akibat penumpasan demo Iran tersebut diperkirakan telah mencapai sedikitnya 2.000 orang, termasuk warga sipil dan aparat pemerintah.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |