Susi Setiawati, CNBC Indonesia
11 January 2026 14:45
Jakarta, CNBC Indonesia - China menjadi importir utama bagi minyak venezuela, jumlah-nya tak main-main, hampir sepertiga dari total ekspor-nya.
Menurut data U.S. Energy Information Administration (EIA) pada 2023, China menguasai pembelian minyak mentah dari Venezuela sampai 68% dari total ekspor, jauh mengungguli negara lain sebagai tujuan utama pasokan minyak Caracas.
Dominasinya ini mencerminkan hubungan ekonomi yang kuat antara Beijing dan Caracas dalam sektor energi. Selama bertahun-tahun, Venezuela menghadapi tekanan sanksi internasional, khususnya dari Amerika Serikat (AS), yang membuat negara tersebut semakin mengandalkan China untuk menjual minyaknya di pasar global.
Sementara itu, AS berada di urutan kedua setelah China jatah impor 23% dari porsi ekspor minyak Venezuela.
Di luar dua negara tersebut, pasar Venezuela relatif terbatas. Kuba dan Spanyol masing-masing hanya menyerap sekitar 4%, sementara negara lain secara kolektif bahkan hanya menyumbang sekitar 1% dari total ekspor.
Ketergantungan Venezuela terhadap China dalam perdagangan minyak bukanlah cerita baru. Akar relasi ini bisa ditarik ke 2018, ketika pemerintah Venezuela secara resmi meninggalkan dolar AS dan mulai menjual minyak ke China menggunakan yuan.
Langkah tersebut diambil di tengah tekanan sanksi AS dan pembatasan akses Venezuela ke sistem keuangan global berbasis dolar. Sejak saat itu, China perlahan tapi pasti menjadi jangkar utama ekspor energi Venezuela.
Keputusan beralih ke yuan pada 2018 bukan sekadar soal mata uang, melainkan strategi bertahan hidup ekonomi. Dengan menjual minyak ke China dan menggunakan yuan, Venezuela mendapatkan akses pasar, pembiayaan, serta jalur perdagangan yang relatif lebih aman dari tekanan sanksi. Di sisi lain, kondisi ini juga memperkuat posisi tawar China sebagai mitra utama sekaligus penentu utama arus ekspor minyak Venezuela.
Data 2023 kemudian memperlihatkan hasil akhirnya secara gamblang. China bukan hanya pembeli terbesar minyak Venezuela, tapi juga pilar utama yang menopang ekspor energi negara tersebut.
Dan kini di awal tahun 2026, dinamika geopolitik iba-tiba berubah secara dramatis setelah meningkatnya ketegangan dan aksi militer Amerika Serikat di Venezuela, yang telah mengguncang hubungan kedua negara serta masa depan industri minyak negeri Bolivar.
Pada 3 Januari 2026, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara dan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya oleh pasukan AS, sebuah peristiwa yang mengejutkan dunia dan memicu krisis internasional.
Operasi ini, yang disebut Operation Absolute Resolve, terjadi setelah ketegangan berkepanjangan sepanjang 2025, termasuk blokade minyak dan serangkaian serangan militer AS terhadap kapal-kapal yang dituding terkait jaringan narkoba dari wilayah Venezuela
Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Donald Trump menyatakan bahwa langkah itu adalah bagian dari kampanye melawan "narco-terrorisme" dan upaya menegakkan hukum, serta secara terbuka mengatakan AS akan "mengatur" Venezuela sampai transisi politik dan ekonomi terlaksana. Ia bahkan menargetkan untuk mengendalikan sektor minyak Venezuela demi "menghidupkan kembali" produksi.
Transformasi dramatis ini menandai sebuah pergeseran besar dari ketergantungan energi yang kuat pada China menuju konflik militer dengan AS dalam kurun beberapa tahun terakhir. Implikasi jangka panjangnya terhadap posisi Venezuela di pasar minyak global, hubungan dengan China, serta prospek stabilitas domestiknya masih terus berkembang dan menjadi salah satu isu geopolitik paling krusial di awal 2026.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165907/original/040062200_1742202626-3.jpg)


