Daftar 5 Orang Terkaya di ASEAN Total Harta Rp2.273 T, Ada Taipan RI

11 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah kekayaan pengusaha atau miliarder mengalami peningkatan. Menurut laporan Forbes, di Asia Tenggara saat ini terdapat empat taipan asal Indonesia dan satu dari Vietnam yang kekayaannya melonjak.

Adapun total kekayaan gabungan melampaui US$ 135 miliar atau setara dengan Rp 2.273 triliun. Berikut adalah lima miliarder terkaya di Asia Tenggara mengutip VN Express:

1. Prajogo Pangestu

Pengusaha asal Indonesia, Prajogo Pangestu, menjadi orang terkaya di Asia Tenggara dengan kekayaan mencapai US$38 miliar. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan Maret lalu saat Forbes merilis daftar miliarder dunia 2025. Secara global, ia menempati peringkat ke-55 orang terkaya dunia.

Lonjakan kekayaan pria 81 tahun itu naik 265% sepanjang tahun lalu. Ini jauh melampaui pertumbuhan Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 21%. Optimisme pasar muncul seiring ekspansi besar Barito Group di sektor petrokimia dan energi.

Prajogo membangun Barito Pacific Group dari operasi kayu kecil menjadi salah satu konglomerat petrokimia dan energi terkemuka di Asia Tenggara.

Kekayaannya sebagian besar berasal dari kepemilikan saham pengendali di unit-unit yang terdaftar di bursa saham yang mencakup petrokimia, energi panas bumi dan terbarukan, batubara, dan sumber daya lainnya.

Ia mendirikan Barito Pacific yang berfokus pada kayu pada tahun 1979. Sejak tahun 2000-an, ia melakukan diversifikasi Barito ke industri padat modal seperti produsen petrokimia, karet sintetis, dan infrastruktur.

Saat ini, aset intinya meliputi kepemilikan saham pengendali sekitar 71% di Barito Pacific dan kendali mayoritas Petrindo Jaya Kreasi di bidang batubara dan sumber daya.

2. Pham Nhat Vuong

Pemimpin perusahaan terbesar Vietnam, Vingroup, Pham Nhat Vuong, menduduki peringkat kedua dalam daftar orang terkaya dengan kekayaan US$

30,5 miliar, melonjak 370% dari Maret tahun lalu. Ia kini menjadi orang terkaya ke-71 di dunia.

Saham Vingroup melonjak tahun lalu di tengah harapan tinggi bahwa perusahaan-perusahaan afiliasinya akan memenangkan tender untuk membangun proyek infrastruktur besar, termasuk kereta api cepat.

VinFast memimpin pasar otomotif tahun lalu dengan penjualan 170.000 unit. Perusahaan ini juga menyelesaikan pembangunan pabrik di India dan india.

Pria 57 tahun itu memulai kariernya dengan bisnis mi instan di Ukraina pada tahun 1990-an.

Kemudian ia kembali ke Vietnam dan mendirikan Vingroup, mengubahnya menjadi konglomerat dengan berbagai kepentingan di bidang properti, ritel, perawatan kesehatan, produksi mobil listrik, dan infrastruktur, di antara lainnya.

3. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong (77), menempati peringkat ketiga di kawasan ini dengan kekayaan bersih sebesar US$ 24,5 miliar. Orang Indonesia terkaya kedua ini mengalami penurunan kekayaan sebesar 18% tahun lalu. Ia kini berada di peringkat ke-93 orang terkaya di dunia.

Saham perusahaan pertambangan batubaranya, Bayan Resources, anjlok 22% tahun lalu karena pertumbuhan pendapatan terhenti sementara harga batubara dan sentimen pasar terhadap sektor tersebut melemah

Menurut Bloomberg, Kwong bekerja di bisnis konstruksi ayahnya di Singapura sebelum pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk mencari peluang yang lebih baik.

Ia pertama kali mendirikan kontraktor konstruksi Jaya Sumpiles Indonesia pada tahun 1973, kemudian terjun ke bisnis batubara dengan mengakuisisi konsesi pertambangan pertamanya di Kalimantan pada tahun 1990-an.

Untuk mengkonsolidasikan kepentingan ini, ia mendirikan Bayan Resources Tbk pada tahun 2004, membangun model terintegrasi yang mencakup pertambangan, pengolahan, dan logistik yang kemudian memanfaatkan booming batubara global.

Sejak saat itu, Bayan Resources telah berkembang menjadi eksportir utama, memproduksi sekitar 56,9 juta ton batubara pada tahun 2024 dan menghasilkan pendapatan sekitar US$ 3,3 miliar.

4&5. Robert Budi dan Michael Hartono

Robert Budi Hartono (85), adalah orang terkaya keempat di Asia Tenggara, dengan kekayaan bersih US$21,7 miliar setelah penurunan 4% tahun lalu, sebagian besar karena penurunan 18% saham Bank Central Asia, yang dikendalikannya.

Saudaranya, Michael, adalah orang terkaya ke-5 di Asia Tenggara dengan kekayaan US$ 20,8 miliar.

Bersama-sama mereka mengendalikan salah satu kerajaan bisnis paling beragam di negara itu yang meliputi tembakau, perbankan, elektronik, bisnis digital, dan real estat utama.

Budi dan Michael mewarisi produsen rokok Djarum setelah kematian ayahnya, pada saat pabrik tersebut baru saja mengalami kebakaran besar dan sedang dalam kesulitan.

Saudara-saudara itu membangun kembali dan memodernisasi bisnis tersebut, meluncurkan merek-merek yang sukses dan mengubah Djarum menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di dunia.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, keluarga tersebut melakukan diversifikasi ke bidang elektronik, dan kemudian mengambil alih kendali bank Central Asia, yang sekarang menjadi mayoritas kekayaan mereka.

(lih/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |