Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
04 March 2026 14:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Selat Hormuz kembali menjadi perhatian di tengah memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah. Jalur laut sempit yang berada di antara Teluk Persia dan Laut Arab ini bukan sekadar rute pelayaran biasa, melainkan salah satu titik paling vital bagi perdagangan energi dunia.
Pentingnya Selat Hormuz terlihat dari besarnya volume minyak mentah dan kondensat yang melintas di jalur ini. Banyak negara eksportir di kawasan Teluk yang sangat bergantung pada jalur tersebut untuk menyalurkan minyak mereka ke pasar global.
Di saat yang sama, negara-negara pengimpor, terutama di Asia juga sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati selat ini.
Lantas menarik untuk melihat negara mana saja yang paling bergantung pada jalur distribusi minyak dunia di selat Hormuz baik bagi negara eksporter maupun importir.
Negara Eksportir yang Paling Bergantung pada Selat Hormuz
Berdasarkan data dari U.S. Energy Information Administration, pada kuartal I-2025 menunjukkan Arab Saudi menjadi negara dengan porsi ekspor minyak mentah dan kondensat terbesar yang melewati Selat Hormuz, yakni mencapai 37,2% dari total volume. Setelah itu ada Irak dengan porsi 22,8%, disusul Uni Emirat Arab 12,9%, Iran 10,6%, dan Kuwait 10,1%.
Jika digabungkan, lima negara tersebut menyumbang 93,6% dari seluruh aliran minyak mentah dan kondensat yang melewati Selat Hormuz. Besarnya porsi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar minyak global sangat erat kaitannya dengan produksi energi dari kawasan Teluk.
Kondisi ini juga menjelaskan mengapa setiap ketegangan di sekitar Selat Hormuz selalu langsung memicu kekhawatiran di pasar. Ketika konflik militer di Timur Tengah meningkat dan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas ikut membesar, maka risiko terhadap pasokan energi dunia pun ikut naik.
Asia Jadi Pihak yang Paling Bergantung
Dari sisi permintaan, negara-negara Asia menjadi pihak yang paling bergantung pada pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz. Secara total, Asia menerima 89,2% dari seluruh aliran minyak mentah dan kondensat yang melintasi jalur tersebut.
China menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 37,7% dari total volume. Setelah itu ada India sebesar 14,7%, Korea Selatan 12,0%, dan Jepang 10,9%. Sementara negara-negara Asia lainnya secara gabungan menyerap 13,9%.
Besarnya ketergantungan ini membuat Asia menjadi kawasan yang paling rentan jika terjadi gangguan di Selat Hormuz. Sebab, jalur ini merupakan salah satu urat nadi utama pasokan energi bagi banyak ekonomi besar di kawasan.
Amerika Serikat Relatif Lebih Aman
Berbeda dengan Asia, ketergantungan Amerika Serikat terhadap minyak dari Selat Hormuz relatif kecil. Porsinya hanya 2,5% dari total aliran minyak mentah dan kondensat yang melewati jalur tersebut.
Rendahnya porsi ini mencerminkan bahwa AS kini lebih ditopang oleh produksi minyak domestik yang besar, serta sumber impor yang lebih beragam dibandingkan negara-negara Asia.
Artinya, jika Selat Hormuz sampai terganggu, tekanan langsung terhadap AS cenderung lebih terbatas dibandingkan dengan negara-negara pengimpor utama di Asia.
Gangguan di Selat Hormuz Bisa Mengguncang Pasar Global
Data ini menunjukkan bahwa gangguan di Selat Hormuz tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi juga bisa berdampak luas ke pasar global. China dan India menjadi dua negara yang paling rentan karena secara gabungan menerima lebih dari separuh total volume minyak yang melewati selat tersebut.
Dengan kata lain, jika jalur ini sampai terganggu atau bahkan ditutup, dampaknya bisa menjalar ke mana-mana. Mulai dari lonjakan harga minyak dunia, tekanan inflasi global, hingga naiknya biaya energi di negara-negara pengimpor utama, terutama di Asia.
CNCB INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)