Daftar Pelatih asal Eropa yang Pernah Menukangi Timnas Indonesia: John Herdman Mampu Lampaui Kesuksesan Pendahulunya?

1 day ago 5

Bola.com, Jakarta - Pelatih asal Inggris, John Herdman, bakal melanjutkan estafet sederet juru taktik asal Eropa yang pernah menangani Timnas Indonesia. Dalam catatan sejarah, tak semua pelatih memang berhasil mempersembahkan hasil sesuai ekspektasi.

Sebelum John Herdman datang, para penggemar dan suporter Timnas Indonesia tentu masih diselimuti kekecewaan terhadap Patrick Kluivert lantaran gagal membawa skuad Garuda mengukir hasil yang diharapkan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Dari sekian banyak pelatih asal Eropa yang pernah bertugas menakhodai skuad Garuda, hanya ada beberapa nama saja yang bisa mengukir prestasi. Mereka memang mampu meninggalkan kesan yang mendalam karena pencapaiannya selama bekerja.

Lantas, siapa saja sosok pelatih asal Eropa yang tercatat pernah menjadi arsitek Timnas Indonesia sebelum era John Herdman? Siapa yang tercatat punya prestasi mentereng? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tersukses di Masa Awal

Sebelum munculnya nama pelatih asal Belanda seperti Patrick Kluivert, Timnas Indonesia memang sudah sejak lama mengandalkan juru taktik asal Negeri Kincir Angin. Di masa-masa awal, ada beberapa nama yang muncul.

Mereka adalah Johannes Mastenbroek (1934-1938), Wiel Coerver (1975-1976), hingga Frans van Balkom (1978-1979). Namun, di masa-masa awal, sosok yang dianggap paling sukses justru Antun Pogačnik yang berasal dari Yugoslavia.

Bisa dibilang, dia adalah sosok juru taktik asing paling berpengaruh pada periode awal Timnas Indonesia di level internasional. Selain itu, ada beberapa capaian yang diukir Pogačnik yang belum bisa kembali diulang sampai sekarang.

Yang pertama, dia mengantarkan Timnas Indonesia ke perempat final Olimpiade 1956. Skuad Garuda bahkan bisa menahan imbang Uni Soviet pada pertemuan pertama, sebelum akhirnya kandas 0-4 ada laga ulangan.

Selain itu, dia juga mempersembahkan dua pencapaian oke di Asian Games. Pada edisi 1954, Timnas Indonesia menjadi semifinalis, sedangkan edisi berikutnya pada 1958, Antun Pogačnik bisa memberi medali perunggu.

Sejak saat itu, belum ada lagi nama-nama pelatih yang bisa memberi kesan mendalam bersama skuad Merah Putih. Padahal, PSSI sempat menjajal pelatih asal Polandia, Marek Janota (1979-1980) hingga pelatih asal Jerman, Bernd Fischer (1980-1981).

Juru Taktik Terbaik Era 1990-an

Selekah itu, PSSI pun mencoba peruntungannya dengan mendatangkan pelatih asal Uni Soviet, Anatoly Polosin. Tak berlebihan jika menyebut sosok ini sebagai salah satu pelatih tersukses yang pernah menukangi Timnas Indonesia.

Pasalnya, dia merupakan sosok pelatih yang memiliki jasa besar membawa Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 yang berlangsung di Manila, Filipina. Ini menjadi emas kedua skuad Garuda setelah sebelumnya meraihnya pada 1987.

Sebagai orang Eropa Timur, Polosin memang lebih mengedepankan kekuatan fisik ketimbang sepak bola indah yang pernah diturunkan pelatih asal Belanda, Wiel Coerver, untuk Tim Garuda pada era 1970-an.

Ketika itu, Polisin dikenal sebagai sosok pelatih yang menerapkan metode latihan sangat keras dan disiplin yang tinggi, terutama dalam hal fisik dan stamina. Filosofi ini menuai pro dan kontra, tetapi hasilnya terbukti.

Berkat daya tahan fisik pemain Timnas Indonesia yang meningkat drastis itu, skuad Merah Putih berhasil membawa pulang medali emas keduanya pada SEA Games 1991. Ini menjadi medali emas terakhir skuad Garuda yang harus absen selama 32 tahun untuk mendapatkannya sebelum dipecahkan Indra Sjafri pada 2023.

Setelah Polosin, tak ada pelatih asal Eropa yang punya kiprah istimewa. Padahal, sejak saat itu, ada sederet nama yang didatangkan seperti Ivan Toplak/Yugoslavia (1991-1993), Romano Matte/Italia (1995), Henk Wullems/Belanda (1996-1997), hingga Bernard Schumm/Jerman (1999).

Muncul Kembali di Era 2010-an

Pada era 2000-an awal, Timnas Indonesia juga cukup sering mendatangkan pelatih-pelatih asal Eropa. Nama yang sempat menonjol ialah Ivan Kolev (Bulgaria) yang bertugas dalam dua periode, yakni pada 2002-2004 dan 2007.

Sebagai catatan, Ivan Kolev sejauh ini menjadi satu-satunya pelatih yang bisa mendampingi Timnas Indonesia di dua edisi Piala Asia yang berbeda, yakni pada edisi 2004 dan 2007. Dari dua edisi ini, skuad Garuda memang belum bisa lolos ke fase berikutnya.

Setelah itu, ada pula nama-nama seperti Peter White (Inggris) pada medio 2004-2007. Namun, yang punya kiprah paling mentereng di masa-masa setelahnya ialah Alfred Riedl yang berasal dari Austria.

Barangkali hanya Alfred lah pelatih yang pernah bertugas tiga kali bersama skuad Garuda. Periode pertama tersaji pada 2010-2011. Lalu, setelah itu ia kembali bertugas pada 2013-2014, dan terakhir pada 2016.

Pada ajang pertamanya, Alfred Riedl langsung berhasil mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2010. Sayangnya, skuad Merah Putih ketika itu harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia.

Setelah sempat mengukir kiprah buruk pada Piala AFF 2014 karena gagal meloloskan Timnas Indonesia ke fase gugur, Riedl kemudian sempat menukangi PSM Makassar pada 2015, hingga akhirnya kembali menjadi nakhoda Timnas pada 2016.

Untuk kiprah yang terakhir ini, Riedl bisa kembali mengantarkan anak asuhnya ke final Piala AFF 2016. Akan tetapi, lagi-lagi skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah tumbang dari Thailand dengan agregat 2-3 di final.

Setelah itu, ada beberapa pelatih Eropa yang direkrut PSSI seperti Wim Rijsbergen (2011-2012), Pieter Huistra (2015), Luis Milla (2017-2018), Simon McMenemy, (2018-2019), dan Patrick Kluivert (2025).

Daftar Pelatih Timnas Indonesia asal Eropa

  • Johannes Mastenbroek/Belanda (1934-1938)
  • Antun Pogacnik/Yugoslavia (1954-1963)
  • Wiel Coerver/Belanda (1975-1976)
  • Frans van Balkom/Belanda (1978-1979)
  • Marek Janota/Polandia (1979-1980)
  • Bernd Fischer/Jerman (1980-1981)
  • Anatoly Polosin/Uni Soviet (1987-1991)
  • Ivan Toplak/Yugoslavia (1991-1993)
  • Romano Matte/Italia (1995)
  • Henk Wullems/Belanda (1996-1997)
  • Bernard Schumm/Jerman (1999)
  • Ivan Kolev/Bulgaria (2002-2004 dan 2007)
  • Peter White/Inggris (2004-2007)
  • Alfred Riedl/Austria (2010-2011, 2013-2014, dan 2016)
  • Wim Rijsbergen/Belanda (2011-2012)
  • Pieter Huistra/Belanda (2015)
  • Luis Milla/Spanyol (2017-2018)
  • Simon McMenemy/Skotlandia (2018-2019)
  • Patrick Kluivert/Belanda (2025)
  • John Herdman/Inggris (2025-sekarang)
Read Entire Article
| | | |