Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan terus memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara reguler. Tujuannya, untuk membuat penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih efektif dan tepat sasaran.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan pembaharuan DTSEN terus dilakukan dan juga terus disempurnakan agar pemerintah dapat mengetahui data-data untuk menyalurkan bansos lebih tepat sasaran.
"DTSEN terus disempurnakan ya, dan kita juga update per 3-4 bulan, sehingga selalu berubah juga datanya," kata Vivi saat ditemui CNBC Indonesia setelah peluncuran Buku Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Rabu (29/7/2026).
Dengan adanya pembaharuan secara berkala, diharapkan perbaikan penerima bansos akan lebih baik dan nantinya penyaluran lebih efektif menjangkau masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan.
"Jadi perbaikan penerima bahan sosial tentunya akan lebih banyak juga," tutur Vivi.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta para kepala daerah berperan aktif dalam pemutakhiran atau pengkinian DTSEN secara berkala setiap tiga bulan. Akurasi data menjadi kunci penyaluran bansos serta program-program pemberdayaan tepat sasaran.
"Jadi setiap 3 bulan ada data mutakhir, hasil pemutakhiran. Kami ikutkan Dinsos, kami ikutkan bapak bupati untuk ikut memproses data ini," kata Gus Ipul dalam audiensi bersama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Bupati Aceh Barat, Tarmizi di Kantor Kemensos, Selasa (27/1/2026).
Mensos menjelaskan proses pemutakhiran data melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos, kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Adapun, data-data tersebut kemudian dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah hingga akhinya diterbitkan oleh BPS setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos. Sebelum ditetapkan, Gus Ipul menjelaskan para bupati maupun walikota dapat ikut mengecek kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
"Jadi setiap bulan pun bapak boleh mengusulkan pemutakhiran, ya bisa diusulkan. Nanti setiap tanggal 20, triwulan pertama, kedua, ketiga itu akan ada hasil pemutakhiran dari BPS. Nanti pak bupati bisa cek lagi kemarin yang saya usulkan sesuai apa enggak," ujar Gus Ipul.
Nantinya, DTSEN tak hanya berisi data kemiskinan saja tetapi juga data-data lain seperti data pertanian hingga kesehatan yang terintegrasi dengan kementerian/Lembaga terkait sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
"Ini tidak hanya (data) miskin, pak, (ada data mengenai) pertanian, ini, semua, hanya satu. Mandatnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Semua data, semua ada di sini. (Data) kesehatan, semua, peternakan, sawah, ladang, semua datanya di sini terhubung. Ini semua data ini terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan BKN. Jadi ini data tunggal," papar Gus Ipul.
Data ini memuat seluruh informasi tentang penduduk Indonesia, baik individu maupun keluarga, sehingga akurasinya sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan.
(arj/arj)
Addsource on Google


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540048/original/067038200_1774678268-WhatsApp_Image_2026-03-28_at_13.00.11.jpeg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542835/original/015484300_1774965869-000_A6BL363.jpg)