Di Tangan Amran, Kerajaan Bawang Putih RI Mau Bangkit dari Kubur

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia kini masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap impor bawang putih dari China. Produksi dalam negeri saat ini hanya berada di kisaran 39 ribu-40 ribu ton, jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.

Artinya, produksi bawang putih lokal baru mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan nasional. Ketergantungan terhadap impor pun masih mencapai sekitar 90%-95%.

Kondisi ini mendorong pemerintah kembali memperkuat upaya swasembada bawang putih. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, kini menggelontorkan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok dulunya dikenal sebagai sentra produksi bawang putih.

Dukungan tersebut diberikan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani. Dari total anggaran itu, Rp52,64 miliar dialokasikan untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare.

Sementara itu, Kementan juga memberikan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air.

Amran mengatakan, pemerintah juga akan memastikan kebutuhan benih untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional. Jika pasokan benih dari dalam negeri belum mencukupi, pemerintah membuka opsi impor benih.

"Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, kini menggelontorkan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan)Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, kini menggelontorkan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan) Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, kini menggelontorkan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan)

Upaya tersebut dilakukan saat pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi pangan nasional. Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan Polri, dengan potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan panen bawang putih, serta peresmian gudang ketahanan pangan Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bawang putih menjadi salah satu tantangan yang masih harus diselesaikan pemerintah dalam mengejar swasembada pangan. Pasalnya, Indonesia sebenarnya pernah mampu memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi dalam negeri.

"Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada," ujar Sigit.

Menurut Sigit, capaian swasembada pada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, kondisi bawang putih masih menjadi pekerjaan rumah karena produksi domestik masih jauh di bawah kebutuhan.

"Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut," katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995, ketika produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi dorongan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk kembali mengejar swasembada.

"Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya," ujar Titiek.

"Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?" tutur dia.

Titiek menegaskan penanaman bawang putih harus menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Di sisi lain, peningkatan produksi juga harus dibarengi dengan kepastian pendapatan yang layak bagi petani.

Pemerintah kini berharap perluasan kawasan tanam, tambahan sarana produksi, dan dukungan benih dapat meningkatkan produksi bawang putih secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor dan membawa kembali swasembada bawang putih.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |