Ditanya DPR Soal Independensi BI, Begini Jawaban Dicky Kartikoyono

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono menegaskan pandangannya soal isu independensi bank sentral. Hal ini dipaparkan dalam fit and proper test yang dilakukan di Komisi XI DPR RI, pada Senin (26/1/2026).

"Bank Indonesia independen dalam interdependensi. Tidak mungkin bekerja sendiri sudah pasti melalui sinergi dan kolaborasi," tegasnya.

Menurut Dicky, salah satu sinergi dan kolaborasi yang paling kuat dari BI adalah data sharing dari indikator ekonomi yang ada. Dia mencontohkan dalam pengambilan kebijakan, semua aspek harus dilihat, termasuk likuiditas, kondisi nilai tukar, cadangan devisa, kredit perbankan hingga fiskal.

Ini semua harus disusun dalam konfigurasi yang tepat, tidak bisa terpisah-pisah. Hal ini bisa dijalankan lewat sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menyusun financial programming atau kebijakan finansial yang utuh.

Adapun, jawaban Dicky ini serupa dengan pernyataan dari calon sebelumnya Solikin M. Juhro sesaat setelah sesi fit and proper test minggu lalu (23/1/2026). Solikin menegaskan konteks independensi bank sentral harus dimaknai secara utuh.

Menurutnya, saat ini, bank sentral dalam suasana interdependensi. Artinya, dia menilai Bank Indonesia (BI) saat ini harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.

BI, kata Solikin, terus berkoordinasi menguatkan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Atas pilihan ini, dia mengungkapkan independensi BI secara fungsi tetap berjalan tanpa ada isu.

"Kita tetap mengawal independensi itu sesuai dengan mandat undang-undang," tegasnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |