Dolly Parton Bikin Lagu Rahasia sebelum Meninggal, Rilis 20 Tahun Lagi

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Dolly Parton meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker, namun kepergian legenda musik country tersebut tidak serta-merta menghentikan karya yang telah ia persiapkan.

Melansir ABC News, sang manajer, Danny Nozell, mengungkapkan bahwa Parton bahkan masih bekerja hingga hari-hari terakhirnya.

"Dolly bekerja hingga hari kematiannya," ujar Nozell dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu. Menurutnya, Parton menikmati proses mewujudkan berbagai impian kreatifnya.

Nozell mengatakan, Parton selama beberapa tahun terakhir bekerja bersama tim untuk menyusun sebuah "peta jalan" untuk berbagai proyek yang dapat terus dikembangkan setelah dirinya tiada. Proyek-proyek tersebut mencakup musik, produk, buku, pengalaman hiburan, hingga berbagai produksi layar.

Tim Parton menegaskan bahwa karya yang nantinya dirilis melalui saluran resmi sang bintang telah mendapatkan sentuhan pribadi Parton. Dengan demikian, penggemar dapat menikmati proyek-proyek tersebut sebagai bagian dari karya seni yang memang telah ia persiapkan semasa hidupnya.

"Kami akan memastikan bahwa berbagai impian yang belum sempat ia wujudkan akan benar-benar terlaksana. Banyak proyek yang saat itu berada dalam berbagai tahap pengembangan, dan kami ingin bersikap transparan kepada para penggemarnya mengenai hal ini," ujar Nozell.

Lagu Rahasia yang Baru Akan Rilis pada 2046

Warisan musik Parton juga menyimpan sebuah kejutan yang bahkan belum dapat dinikmati penggemarnya dalam waktu dekat.

Sebuah lagu yang belum pernah dirilis, "My Place in History," disimpan dalam sebuah kotak kayu di Dollywood's DreamMore Resort, Pigeon Forge, Tennessee. Lagu tersebut ditulis dan direkam Parton pada 2015, tahun ketika resor itu dibuka.

Parton memberikan instruksi agar kotak tersebut tidak dibuka hingga 19 Januari 2046, yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-100. Rekaman lagu disimpan dalam sebuah CD, sementara sebuah pemutar CD juga ditempatkan di dalam kotak agar rekaman itu tetap dapat diputar ketika waktunya tiba.

Dengan mekanisme tersebut, Parton secara tidak langsung meninggalkan sebuah kapsul waktu musikal bagi generasi mendatang.

Dalam bukunya Dolly Parton, Songteller: My Life in Lyrics, Parton pernah bergurau mengenai apakah teknologi penyimpanan tersebut masih akan berfungsi ketika kotak itu akhirnya dibuka. Ia bahkan pernah mengaku menyesal mengunci lagu tersebut karena menurutnya lagu itu sangat bagus.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |