Donald Trump Makin Tajir, Harta Naik Jadi Rp111 Triliun dalam 2 Tahun

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Sejak menjabat sebagai presiden Amerika Serikat untuk periode kedua, Donald Trump telah menjadi perhatian dunia. Kebijakannya banyak menuai kontroversi dan mengguncang perekonomian global. 

Di balik itu, ternyata harta kekayaan bersih Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meroket dalam dua tahun terakhir. Mengutip data Forbes 2026, kekayaan orang nomor satu di negeri Paman Sam tersebut mencapai US$6,5 miliar atau Rp110,63 triliun (kurs Rp17.020).

Lonjakan paling signifikan terjadi pada tahun 2025 hingga 2026, yang mana kekayaan Trump terbang dari sekitar US$5,1 miliar menjadi US$6,5 miliar. Kenaikan ini menjadi yang terbesar dalam periode sembilan tahun terakhir sejak 2017.

Tercatat, sejak tahun 2017, harta kekayaannya konglomerat tersebut sekitar US$3,5 miliar, kemudian menurun secara bertahap hingga menyentuh titik terendah di tahun 2020 yang sebesar US$2,1 miliar.

Setelah itu, terjadi pemulihan pada 2021 sebesar US$2,4 miliar dan tahun 2022 sekitar US$3 miliar. Namun tren kembali melemah pada 2023 dan 2024, turun ke kisaran US$2,3-2,5 miliar.

Sebagai informasi, Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS ke-47 untuk menjalankan tugas empat tahun ke depan. Ini merupakan jabatan keduanya setelah sempat mengemban jabatan sama pada tahun 2016-2020 didampingi Wakil Presiden Mike Pence.

Trump merupakan Presiden AS pertama dan satu-satunya yang memiliki latar pengusaha. Seperti para pengusaha lain, dia selalu mengaku kesuksesan hari ini berasal dari kerja kerasnya sendiri. Padahal, fakta sejarah berkata lain. Rahasia kesuksesan dan tajir melintir Donald Trump terjadi berkat warisan keluarga.

Kaya dari Duit Kakek dan Ayah

Perusahaan pendulang kekayaan Trump adalah The Trump Organization LLC. Trump Organization mempunyai gurita bisnis lintas sektor. Mulai dari perhotelan, lapangan golf, real estate, dan berbagai properti lain. Semuanya tersebar di seluruh dunia.

Meski begitu, Trump bukan peletak dasar kekayaan, melainkan kakeknya bernama Friedrich Trump yang mengawali seluruh kegiatan bisnis Trump. Friedrich Trump merupakan imigran asal Jerman yang datang ke Amerika Serikat untuk mengadu nasib.

Selama di Jerman, Friedrich hidup melarat. Sejak usia belasan tahun dia sudah harus bekerja dan mengambil peran sebagai kepala keluarga usai ayahnya meninggal. Awalnya dia bekerja sebagai petani di ladang anggur.

Perlahan, dia alih profesi menjadi tukang cukur sebelum akhirnya pindah ke AS, tepatnya New York, tahun 1883. Trump dalam autobiografi The Art of the Deal (1987) menyebut, kepindahan kakeknya ke AS disebabkan oleh visi "American Dream" yang gandrung pada masanya.

Saat tiba, Friedrich bekerja lagi sebagai tukang cukur. Lalu enam tahun kemudian mulai mempunyai bisnis cukur rambut dan restoran sendiri bermodalkan uang US$ 600. Dari sini, perekonomiannya mulai membaik.

Titik balik bisnis Friedrich terjadi tatkala dia membeli lahan kosong pada 1893. Nantinya, lahan kosong tersebut bakal difungsikan untuk restoran dan hotel yang bisa mengakomodir para penambang emas di Washington.

Bermodalkan US$ 125, proyek properti pun dimulai. Menurut Gwenda Blair dalam The Trumps: Three Generations of Builders and A Presidential Candidate (2000), bisnis restoran dan properti itu jadi pondasi kekayaan dan kesuksesan yang akan berguna bagi keturunan Friedrich, termasuk cucunya Donald Trump.

Dari semula properti di Washington, bisnis Friedrich merambah ke banyak kota hingga luar negeri. Pada puncak kejayaan, pria kelahiran 1869 mengantongi uang US$ 588 ribu. Sayang, umur Friedrich tak lama. Pada 1919 atau saat berusia 50 tahun dia wafat.

Ketika wafat, kerajaan bisnis jatuh ke tangan putranya, Frederick Trump. Sama seperti ayah, Frederick juga hobi bisnis properti. Dia pun menyatukan berbagai perusahaan warisan ayah di bawah bendera E. Trump & Son. Di sana, dia tak hanya bisnis properti, tapi juga supermarket dan taman hiburan.

Berkat warisan dan kemampuan berbisnis, Frederick dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya dunia. Saat wafat pada 1999, seluruh kerajaan bisnis jatuh ke tangan anak dan generasi ketika keluarga Trump, yakni Donald Trump.

Pada titik ini, akumulasi semua itu membuat kekayaan Trump meningkat. Dia pun hidup enak sebab tak merintis karier dan bisnis dari nol. Sampai akhirnya, dia juga memegang pencapaian orang terkaya dunia seperti kakek dan ayah.

Bermodalkan kekayaan itu, nama Donald Trump makin naik daun. Popularitas di dunia usaha yang kemudian merembet ke dunia hiburan perlahan membawanya masuk ke ranah politik. Sejarah kemudian mencatat Donald Trump sebagai Presiden AS berlatar miliarder pertama sepanjang sejarah negara.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |