Dunia Kembali Panas, Ini Sebaran Letusan Gunung Api Sepanjang 2025

3 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

17 January 2026 19:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Gunung berapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya di berbagai belahan dunia. Sepanjang 2025, letusan terjadi di beragam pengaturan tektonik, mulai dari area kepulauan tektonik aktif yang bersifat eksplosif hingga gunung api bawah laut yang tersembunyi di bawah permukaan samudra.

Sebagian letusan hanya berlangsung beberapa hari, sementara yang lain berlanjut dalam fase erupsi jangka panjang-berjalan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Peta ini menampilkan seluruh letusan gunung api yang tercatat secara global sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data dari Smithsonian Global Volcanism Program (GVP) yang dikutip dari Visual Capitalist. Program ini mencatat aktivitas erupsi yang telah terkonfirmasi berdasarkan gunung api, lokasi, jenis letusan, serta durasinya, termasuk erupsi yang dimulai sebelum 2025 tetapi masih berlangsung sepanjang tahun tersebut.

Berikut adalah daftar gunung api yang tercatat mengalami erupsi dan masih aktif atau berlanjut hingga 2025:

Seperti yang telah lama terjadi, Cincin Api Pasifik tetap menjadi kawasan paling aktif. Sebagian besar letusan pada 2025 terjadi di zona geologi ini, yang mencakup Indonesia, Jepang, Filipina, Papua Nugini, Selandia Baru, Chile, Peru, Meksiko, Amerika Serikat, Rusia, serta sejumlah negara kepulauan di Samudra Pasifik.

Beberapa negara mencatat banyak gunung api aktif, termasuk Indonesia, Jepang, Filipina, dan Rusia. Indonesia sendiri menjadi lokasi sejumlah letusan yang telah berlangsung lama, seperti gunung Merapi, Semeru, dan Ibu.

Gunung-gunung ini berada di atas lempeng tektonik yang saling bertumbukan, sehingga aktivitas magma dan kegempaan bisa umum terjadi.

Banyak gunung api yang aktif pada 2025 bukan merupakan letusan baru. Sebaliknya, aktivitas tersebut merupakan kelanjutan dari erupsi yang telah dimulai bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun sebelumnya.

Stromboli di Italia tercatat terus meletus sejak 1934, sementara Yasur di Vanuatu telah tetap aktif selama berabad-abad. Danau lava yang bertahan juga teramati di sejumlah gunung api, seperti Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo dan Masaya di Nikaragua.

Tidak semua letusan terjadi di dekat wilayah berpenduduk. Pada 2025, beberapa erupsi bawah laut juga tercatat, termasuk aktivitas di Ahyi yang berada dekat Kepulauan Mariana Utara serta di sepanjang East Pacific Rise.

Selain itu, gunung api terpencil seperti Erebus di Antarktika dan Heard Island di Samudra Hindia bagian selatan juga tetap aktif. Meski jarang menimbulkan ancaman langsung bagi manusia, aktivitas gunung api di wilayah-wilayah ini berperan penting dalam memahami proses internal Bumi dan perilaku vulkanik dalam jangka panjang.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
| | | |