Evaluasi Setelah Timnas Indonesia U-17 Dicukur China U-17, Pengamat: Masalahnya Klasik, Kontrol dan Passing

8 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-17 dinilai masih menunjukkan banyak kelemahan saat dicukur Timnas China U-17 dengan skor 0-7 pada laga uji coba di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam WIB.

Menurut pengamat sepak bola senior asal Makassar, Toni Ho, skuad Timnas Indonesia U-17 itu punya penyakit klasik yang harus segera dibedah secepatnya agar siap bertarung di semua event yang akan dilakoni.

Penyakit kronis itu, papar Toni Ho, adalah teknik dasar kontrol dan passing.

"Saya tak habis pikir kenapa pemain Indonesia selalu punya kelemahan kontrol dan passing. Ini bukti saat mulai belajar nendang bola di usia dini, delapan atau sepuluh tahun lalu mereka pasti tak dapat teknik dasar yang kuat," katanya, Senin (9/2/2026). 

Ini menjadi tugas Bidang Pembinaan Usia Dini di PSSI agar serius membuat program dan memantau kegiatan SSB atau akademi sepak bola di Indonesia untuk fokus mematangkan teknis dasar tersebut.

"Kita bicara teknik dasar dulu, sebelum bicara cara bermain. Saya amati pemain kita hanya bisa asal kontrol dan menendang bola. Passing mereka tak akurat dan tak mampu mengontrol power. Kapan mereka harus passing kuat, kapan harus pelan. Coba bandingkan dengan teknik pemain China U-17 yang nyaris tanpa cacat," jelasnya.

Momen haru terjadi usai laga uji coba internasional Timnas Indonesia U-17 melawan China U-17 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam WIB, ketika pelatih Nova Arianto memimpin para pemain mendatangi tribun untuk meminta maaf kepa...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harus Menggelar TC Khusus

Pembenahan ini harus dilakukan Kurniawan Dwi Yulianto yang akan jadi nakhoda Timnas Indonesia U-17 di pentas Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17.

"Kurniawan harus minta ke PSSI menggelar TC khusus. Banyak yang harus diperbaiki secara serius dan cepat. Jika teknik dasar sudah bagus, saya yakin pola main dan taktik apa saja akan bisa dilakukan dengan baik," ujarnya.

Mantan jurutaktik PSM dan Persebaya ini kembali merujuk pada Timnas China U-17.

"China U-17 bisa bermain dengan pola dan taktik berbeda di babak pertama dan kedua, karena mereka punya modal dasar sudah matang. Sementara pemain Timnas Indonesia U-17 tak mampu menjalankan taktik, karena tak didukung teknik dasar kuat," paparnya. 

Masih Bisa Diperbaiki

Namun, Toni Ho yakin kelemahan Timnas Indonesia U-17 masih bisa diperbaiki.

"Kurniawan punya pengalaman sebagai pemain hebat dan pernah melatih pada level tinggi di luar negeri. Ini kesempatan dia membuktikan kapasitasnya di Timnas Indonesia U-17," tutur Toni Ho. 

"Kuncinya dia harus serius total, tegas, dan disiplin tinggi kepada pemain muda. Mereka nanti akan jadi tulang punggung Timnas Indonesia level di atasnya," tuturnya.

Toni Ho juga memaklumi laga kontra China U-17 merupakan aksi pertama Mierza Firjatullah dkk. Mereka butuh banyak adaptasi dan memperbaiki diri.

"Jangan putus asa. Ini masih tahap awal. Sementara China U-17 sudah main bersama dalam satu tim di Kualifikasi Piala Asia U-17 dan beberapa ujicoba. Memang tak mudah membentuk tim sepak bola," pungkasnya. 

Read Entire Article
| | | |