Gejolak Karier Bek Keturunan Indonesia-Belanda Setelah Didepak Persis Solo: Kini Terdampar di Klub Amatir

6 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Pemain keturunan Indonesia-Belanda, Jordy Tutuarima, tak menyangka jika perjalanan kariernya bisa mengalami gejolak yang luar biasa ketika memutuskan berkarier di negara kelahiran leluhurnya bersama Persis Solo.

Jordy pertama kali bergabung dengan Persis pada Januari 2025. Setelah bermain separuh musim, ia akhirnya mendapatkan perpanjangan kontrak untuk menghadapi persaingan BRI Super League 2025/2026.

Pada putaran pertama, Jordy Tutuarima sebetulnya masih menjadi pilihan pertama untuk mengisi pos bek kiri, terutama saat Laskar Sambernyawa diasuh Peter de Roo. Namun, nasib yang dialami bek kelahiran Velp, Belanda itu tiba-tiba berbalik 180 derajat.

Pada bursa transfer paruh musim, dia masuk rombongan amunisi asing yang didepak Persis. Ketika itu, perombakan komposisi skuad yang dilakukan Laskar Sambernyawa memaksa sembilan amunisi impor angkat kaki.

“Segalanya berjalan sangat aneh di sana. Seorang pelatih baru datang pada Januari, dan tiba-tiba semua pemain asing harus pergi. Sembilan pemain: tiba-tiba hilang,” ujar Tutuarima seperti dikutip dari Gelderlander.nl.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ingin Bertahan di Indonesia

Sebetulnya, pemain berusia 32 tahun tersebut masih ingin bertahan dan melanjutkan kariernya di Indonesia. Namun ketika itu, dia sudah kesulitan untuk mendapatkan klub baru karena bursa transfer sudah ditutup.

“Ya, saya rasa begitu. Saya sebenarnya ingin tetap tinggal di Indonesia, tetapi setelah 6 Februari kami tidak diizinkan bergabung dengan klub mana pun di sana lagi, bahkan jika Anda tidak memiliki kontrak,” kata dia.

Beberapa rekannya ketika itu mengalami nasib yang berbeda. Gervane Kastaneer, misalnya, bisa mendapatkan pelabuhan baru di Liga Malaysia bersama Terengganu FC. Statusnya sebagai pemain Timnas Curacao memang menjadi daya tawar.

“Gervane telah menemukan klub baru di Malaysia. Semuanya jadi sedikit lebih mudah jika Anda adalah pemain internasional,” ujar mantan pemain yang lebih banyak berkarier di kasta kedua Liga Belanda itu.

Dari Profesional ke Amatir

Mantan pemain Timnas Belanda U-18 ini akhirnya memutuskan pulang kampung ke Negeri Kincir Angin. Dia juga akhirnya mengambil jalur karier yang baru dan bergabung bersama klub sepak bola amatir.

“Jadi, saya membicarakannya di rumah dan memutuskan untuk memasuki fase yang berbeda, dari sepak bola profesional ke amatir,” kata pemain yang kini bermain untuk GVVV Veenendaal di kasta ketiga Liga Belanda itu.

Tutuarima memang sudah menimbang masak-masak keputusan ini. Terutama, karena usianya yang sudah mulai senja, dia memilih untuk fokus pada hal-hal lain yang selama ini dia tinggalkan, termasuk keluarga.

“Saat saya masih awal dua puluhan, saya melakukannya di Telstar dengan gaji minimum, dan itu akhirnya membawa saya jauh hingga ke De Graafschap dan PEC, serta klub-klub di Yunani, Armenia, dan Indonesia. Namun, sekarang saya sudah berusia 32 tahun. Saya juga punya keluarga, dan hal-hal lain lebih penting dalam hidup,” ujar dia.

Simak Persaingan Musim Ini:

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Radifa Arsa
  • Rizki Hidayat
Read Entire Article
| | | |