Greenland Jadi "Medan Perang", UE Siapkan Balasan atas Ancaman Trump

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa (UE) mempertimbangkan langkah balasan atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif impor terhadap negara-negara Eropa yang menolak rencananya mencaplok Greenland. Sejumlah pejabat Eropa bahkan menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk "pemerasan".

Para pemimpin Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia dalam pernyataan bersama menegaskan bahwa ancaman tarif AS berpotensi merusak hubungan transatlantik.

"Ancaman tarif merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya. Kami berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan kami," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip The Guardian, Senin (19/1/2026).

Pada Minggu (18/1/2026) waktu setempat, para diplomat utama Uni Eropa menggelar pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan mengaktifkan kembali paket tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai 93 miliar euro atau sekitar Rp1.827 triliun. Paket tersebut sebelumnya disusun sebagai respons atas ancaman ekonomi Trump, namun ditangguhkan setelah kesepakatan dagang musim panas lalu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan mendorong penggunaan instrumen anti-koersi Uni Eropa, yang dikenal sebagai "bazooka besar", jika AS tetap melanjutkan ancaman tarifnya.

"Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami, baik di Ukraina, di Greenland, maupun di mana pun," kata Macron pada Sabtu lalu.

Ketua Dewan Eropa António Costa menyatakan Uni Eropa siap menggelar KTT darurat untuk merespons situasi ini. Menurutnya, blok tersebut menunjukkan "kesiapan untuk membela diri terhadap segala bentuk koersi".

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai tarif yang diusulkan Trump sebagai sebuah kesalahan. Menteri Luar Negeri Belanda David van Weel bahkan secara terang-terangan menyebut ancaman tersebut sebagai "pemerasan".

Meski demikian, Uni Eropa belum sepenuhnya sepakat terkait langkah balasan. Seorang diplomat UE mengatakan bahwa saat ini belum ada keputusan untuk segera menerapkan instrumen anti-koersi atau tarif balasan.

Masih ada keinginan kuat untuk berdialog dengan Amerika Serikat," ujarnya.

Ancaman Trump sendiri menyasar enam negara anggota UE serta Inggris dan Norwegia. Ia menyebut tarif 10% akan diberlakukan mulai 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni, hingga tercapai "kesepakatan penuh dan total" terkait pembelian Greenland, wilayah otonom milik Denmark.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran terhadap masa depan hubungan UE-AS dan bahkan NATO. Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada tekanan.

"Kami selalu mengulurkan tangan untuk solusi bersama, tetapi kami tidak akan diintimidasi, dan Eropa akan merespons," tegasnya.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |