Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas lima saham sekaligus mulai Kamis, (27/8/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Ke lima saham tersebut antara lain PT Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA), PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE), PT Charnic Capital Tbk. (NICK), PT Golden Flower Tbk. (POLU), dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham GPRA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham GPRA bergerak stagnan ke harga Rp109 per saham hingga pukul 16.00 WIB kemarin. Di sisi lain, saham emiten ini naik 6.86% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 24.31%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan GRPA, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham LIFE karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan kemarin, saham LIFE baik 19,82% di level Rp8.150. Adapun saham asuransi jiwa ini terpantau naik 42.98% dalam periode bulanan, dan telah naik 3.82% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan NICK juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Sepanjang perdagangan kemarin, emiten ini bergerak 24,92% di level Rp1,930 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 90,15% dan secara year to date naik 58,2%.
Sementara itu, BEI juga memantau pergerakan saham POLU dan PPGL lantaran adanya kenaikan harga di luar kewajaran. Sebelumnya PICO telah naik 62,6% dalam sebulan, sementara FPNI naik 50,49% secara bulanan.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347641/original/099453500_1757691462-Logo-Pegadaian-Championship-Liga-2-20252026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3162385/original/022516600_1593078778-20200625IQ_The_Jakmania_Esport_08.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569659/original/041138100_1777452638-Paul_Munster_vs_Bojan_Hodak.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571976/original/087295800_1777719543-IMG_20260502_175434_847.jpg)