Jakarta, CNBC Indonesia - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I tahun 2026 mencapai US$80,25 juta. Capaian tersebut meroket 132,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$34,47 juta.
Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan yang naik 67,48% dari US$192,43 juta menjadi US$322,28 juta.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan juga naik 53,70% menjadi US$176,27 juta dari US$114,69 juta. Namun, pertumbuhan beban pokok penjualan tersebut masih berada di bawah pertumbuhan pendapatan yang mencapai 67,48%, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk meningkatkan laba bruto.
Hasilnya, laba bruto Archi Indonesia melonjak menjadi US$146 juta pada semester I-2026, naik 87,82% dari US$77,73 juta pada semester I-2025.
Dari pos beban, beban penjualan tercatat sebesar US$308,9 ribu, naik 47,78% dari US$209 ribu. Sementara itu, beban umum dan administrasi sebesar US$7,03 juta, meningkat 37,54% dibandingkan US$5,11 juta pada semester I-2025.
Pada saat yang sama, perseroan mencatat peningkatan pendapatan operasi lainnya yang cukup tajam. Pos ini mencapai US$8,28 juta, melonjak 209,15% dari sebelumnya US$2,68 juta. Adapun beban operasi lainnya tercatat US$985 ribu, menurun 14,70% dibandingkan US$1,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan laba bruto tersebut membuat laba usaha Archi Indonesia hampir berlipat ganda. Perseroan membukukan laba usaha sebesar US$145,96 juta pada semester I-2026, meningkat 97,41% dibandingkan laba usaha sebesar US$73,93 juta pada semester I-2025.
Kinerja sebelum pajak juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Archi Indonesia membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar US$129,4 juta, naik 128,10% dari US$56,7 juta pada semester I-2025.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, laba periode berjalan Archi Indonesia tercatat sebesar US$81,46 juta. Angka tersebut meningkat 134,05% dibandingkan US$34,80 juta pada semester I-2025. Namun, beban pajak penghasilan juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sebesar 118,66%, dari US$21,92 juta menjadi US$47,93 juta.
Sementara total aset hingga semester I tahun 2026 Rp 1,07 miliar. Aset tersebut naik dibandingkan akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 1,02 miliar.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347641/original/099453500_1757691462-Logo-Pegadaian-Championship-Liga-2-20252026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3162385/original/022516600_1593078778-20200625IQ_The_Jakmania_Esport_08.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569659/original/041138100_1777452638-Paul_Munster_vs_Bojan_Hodak.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571976/original/087295800_1777719543-IMG_20260502_175434_847.jpg)