Harga HP dan Komputer Naik Gila-gilaan di 2026 Jadi Segini

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perangkat elektronik konsumen akan menghadapi tahun yang berat di 2026. Permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat telah memicu kelangkaan chip memori yang juga digunakan pada perangkat elektronik.

Alhasil, harga chip memori naik gila-gilaan dan diprediksi akan memengaruhi harga ritel untuk smartphone, komputer, dan perangkat elektronik rumah tangga, hingga 20% menurut para analis, dikutip dari Financial Times, Jumat (2/1/2026).

Produsen perangkat elektronik konsumen seperti Dell, Lenovo, Raspberry Pi, dan Xiaomi, sudah mewanti-wanti soal dampak kelangkaan chip yang akan memberi tekanan terhadap biaya produksi. Mereka kemungkinan terpaksa harus meningkatkan harga jual di kisaran 5-20%, menurut prediksi analis.

COO Dell Jeff Clarke dalam laporan kinerja perusahaan pada November 2025 mengatakan perusahaan telah melihat peningkatan biaya di beberapa hal. Ia mengatakan dampaknya mau tak mau akan sampai ke konsumen.

Produsen PC asal Inggris, Raspberry Pi mengatakan tekanan biaya membuat perusahaan harus mengambil keputusan berat untuk meningkatkan harga komputer pada Desember 2025.

Sementara itu, Lenovo yang merupakan produsen PC terbesar di dunia mengatakan pihaknya telah menyetok chip memori dan komponen-komponen kritis lainnya untuk menanggulangi lonjakan harga. Hal itu disampaikan CFO Lenovo Winston Cheng di Bloomberg TV pada November 2025.

Pembangunan data center besar-besaran untuk mengembangkan model-model AI telah meningkatkan permintaan untuk chip memori dengan kapasitas tinggi (cutting-edge high-bandwidth). Hal ini membuat para produsen chip mengesampingkan produksi semikonduktor yang lebih rendah (lower-end) untuk perangkat elektronik konsumen, menurut para anlis.

Dampaknya, terjadi kelangkaan chip memori yang digunakan untuk beragam perangkat elektronik sehari-hari, mulai dari mobil hingga komputer. Selain itu, beberapa perusahaan besar juga menumpuk persediaan chip mereka, sehingg memicu peningkatan harga jual chip.

"Kami telah melihat kelankaan suplai. Pasar menggila dengan para pembeli yang panik karena ingin mengamankan chip memori yang cukup berapa pun harganya," kata analis Macquarie, Daniel Kim.

Firma riset pasar TrendForce memprediksi harga rata-rata Dram, termasuk untuk chip HBM, naik sekitar 50-55% pada kuartal-IV 2025, dibandingkan kuartal sebelumnya.

Samsung dan SK Hynix yang merupakan dua produse chip memori terbesar di dunia dan mengontrol lebih dari 70% pasar Dram, mengatakan pesanan untuk 2026 sudah jauh melebihi kapasitas. Pada bulan lalu, Samsung menaikkan harga beberapa chip memori hingga 60%.

"Permintaan server terkait AI terus bertubuh dan melebihi suplai industri," kata eksekutif Samsung, Kim Jae-june, dalam laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |